Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Data dari National Sleep Foundation, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa satu dari tiga pria dan satu dari empat wanita mendengkur setiap malam. Mengapa seseorang bisa mendengkur?
"Ketika tidur, kita cenderung kehilangan tonus otot, artinya lidah terlipat ke belakang dan jaringan serta otot-otot di tenggorokan dan hidung menjadi rileks," kata Dr. Brett Comer, ahli bedah kepala dan leher dan profesor otolaringologi di Universitas Kentucky, seperti dikutip dari Time, Selasa 12 Maret 2019.
Saat tidur lalu menarik dan mengembuskan nafas, udara yang lewat dan di antara jaringan-jaringan, menyebabkannya bergetar. Hal tersebut pada gilirannya menyebabkan kebisingan atau mendengkur.
"Banyak faktor berperan dalam kecenderungan seseorang untuk mendengkur. Kelebihan berat badan salah satunya. Bisa juga kondisi septum yang menyimpang," ungkap Comer.
Berita baiknya adalah dalam kebanyakan kasus, mendengkur bukan masalah tapi ada pengecualian.

Sebuah studi tahun 2016 dalam jurnal Sleep and Breathing menemukan bahwa mendengkur, dikombinasikan dengan penghentian pernafasan panjang (juga dikenal sebagai sleep apnea obstruktif), dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular sebanyak dua kali lipat.
Pasalnya, mendengkur dan sleep apnea dapat mengarah pada hipoksia intermiten. Hipoksia adalah kondisi medis di mana jaringan tubuh tidak menerima oksigen yang cukup.
Hal ini dapat menyebabkan kerusakan arteri atau penyumbatan, peradangan dan perubahan tekanan yang tidak sehat di dalam dada.
Gejalanya adalah saat tidur, dengkuran disertai henti napas selama beberapa detik. Tarikan napas pun jadi kencang dan tiba-tiba seperti orang yang kehabisan oksigen. Tubuh seperti mencoba bangun dan mencari oksigen.
"Biasanya hal ini tak disadari, pasangan yang justru mengetahuinya. Jika termasuk suka mendengkur, coba minta pasangan memperhatikan. Apabila ada gejala henti napas, segera konsultasi dengan dokter atau dokter spesialis gangguan tidur," kata Comer.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi