Tak Hanya Anak, Orangtua Perlu Pendidikan Reproduksi

Reporter : Kusmiyati
Senin, 25 Januari 2016 18:15
Tak Hanya Anak, Orangtua Perlu Pendidikan Reproduksi
Para orangtua diharapkan lebih peduli dan meningkatkan pengetahuannya tentang seksualitas dan reproduksi untuk anak.

Dream - Kampanye komunitas gay di dunia maya yang diusung salah satu akun meresahkan banyak pihak terutama orangtua. Lantaran akun komunitas itu melibatkan anak-anak di bawah umur.

Ketua Pusat Kajian Gender dan Seksualitas Universitas Indonesia, Irwan Hidayana mengatakan, untuk menghindari anak-anak dari perilaku berisiko itu, yakni dengan mengajarkan lebih dini pendidikan kesehatan reproduksi.

" Seksualitas dan kesehatan reproduksi sepertinya masih menjadi tabu. Padahal ini penting sekali untuk mencegah perilaku berisiko. Tidak hanya anak, orangtua juga butuh pendidikan kespro," ujar Irwan, Senin 25 Januari 2016.

Menurut Irwan, kebanyakan anak lebih terbuka dengan teman sebaya dibandingkan dengan keuarga untuk masalah reproduksi.

" Biasanya komunikasi anak dengan orangtua masalah reproduksi itu tidak intens karena berpikir ini tabu. Anak mencari informasi akhirnya mencari tempat lain untuk bertanya misalnya teman atau internet dan ini bisa memicu perilaku berisiko," tuturnya.

Irwan berharap para orangtua lebih peduli dan meningkatkan pengetahuannya tentang seksualitas dan reproduksi untuk anak.

" Bisa jadi anak jadi tidak terbuka saat ada ganggun kesehatan reproduksinya. Atau mungkin orangtua yang sebenarnya bingung menjawab pertanyaan anak tentang seksualitas atau reproduksi. Sebaiknya mulailah memberikan pendidikan kespro sejak dini agar anak tahu tentang perubahan dirinya," jelasnya. (Ism) 

 

Beri Komentar