Cara Hadapi `Storm Period` Anak Puber

Reporter :
Jumat, 16 Desember 2016 13:13
Cara Hadapi `Storm Period` Anak Puber
"Remaja memiliki pemikiran yang abstrak, banyak sekali yang mereka pikirkan tapi mereka sendiri tidak tahu."

Dream - Sekitar 64 juta jiwa penduduk Indonesia berada di usia remaja antara 15-29 tahun. Hal ini berarti di Indonesia, terdapat cukup banyak remaja yang berada dalam masa transisi dari anak-anak menuju dewasa.

" Remaja merupakan sosok yang dapat dianalogikan seperti kertas dan tanah liat yang mudah sekali dibentuk. Oleh karena itu jika remaja di Indonesia memiliki pola asuhan yang kurang baik bahkan mungkin cenderung tidak benar, maka mereka (remaja) akan rusak perilakunya," kata Elizabeth Santosa, seorang psikolog saat ditemui di Jakarta, 15 Desember 2016.

Ia juga menjelaskan, remaja merupakan masa di mana seseorang mengalami banyak sekali perubahan pada dirinya. Tidak hanya perubahan fisik tetapi juga perubahan hormonal.

Masa remaja pun bukan hanya sekadar hal pubertas seperti menstruasi, dan mimpi basah, namun banyak sekali yang terjadi pada diri mereka.

Perubahan tersebut juga tentu sangat berpengaruh pada perubahan neurologis di dalam diri seorang remaja. Semua perubahan yang terjadi mempengaruhi perilaku dan keadaan otak mereka.

Terjadi hal yang disebut storm period atau kondisi dimana seorang remaja memiliki banyak pemikiran abstrak dan mood yang bisa berubah kapan saja tanpa sebab.

“ Banyak sekali yang mereka pikirkan tapi mereka sendiri tidak tahu mau dibawa ke arah mana pemikiran-pemikiran tersebut,” ujar psikolog yang akrab disapa Lizzie.

1 dari 2 halaman

Kerentanan remaja

Dream - Ada beberapa kerentanan yang terjadi pada anak yang mulai memasuki masa remaja, seperti argumentatif. Argumentatif merupakan kondisi seorang remaja akan terkesan menjadi orang yang suka protes atau suka bertanya.

Mereka akan cenderung bertanya terus-menerus mengenai suatu hal dan sering kali argumen-argumen itu disertai dengan perilaku yang tidak sopan.

Elizabeth menjelaskan, orangtua tidak perlu khawatir dengan perilaku mereka yang seperti itu karena cukup wajar. Ia menyarankan agar orangtua tetap menjalin komunikasi yang baik dengan anak remajanya.

“ Gunakan gaya cara berbicara mereka. Jangan sampai Anda menggunakan bahasa yang sulit mereka pahami. Caranya adalah dengan masuk ke diri dan kepribadian mereka,” jelas Lizzie.

Masa remaja merupakan masa dimana seorang anak akan memiliki idealisme tinggi, tapi tidak pernah mau melakukan dan membuktikan idealisme itu. 

Dalam keadaan seperti ini orangtua pun harus benar-benar membimbing anaknya. Karena jika mereka didekati sosok-sosok atau pergaulan yang tidak benar maka akan mudah sekali dipengaruhi.

2 dari 2 halaman

Self image

Dream - Kerentanan selanjutnya yang sering terjadi adalah self image. Kondisi dimana jika sesorang memasuki masa remaja maka ia akan merasa, setiap orang akan melihat segala apa yang ada di dirinya.

Mereka akan sering sekali berpikiran, orang-orang melihat dirinya buruk padahal itu hanya sebuah bentuk pemikiran abstrak yang sedang mereka hadapi.

Seorang remaja yang mengalami self image akan selalu memperhatikan penampilannya. Hal ini yang terkadang sering membuat anak remaja terkena anoreksia dan bulimia. Bahkan kondisi terparahnya bisa sampai bunuh diri karena tidak percaya diri dengan apa yang mereka miliki.

Hal yang terakhir, remaja akan menganggap dirinya superman. Dia akan merasa bahwa dirinya selalu benar dan cenderung menentang segala hal yang bertolak belakang dengan pemikirannya.

Hal yang paling dikhawatirkan dengan kondisi ini adalah kekerasan. Banyak saat ini pelaku kekerasan dan pelecehan seksual adalah anak di bawah usia 17 tahun.

“ Periode pubertas pada anak jangan dianggap sepele, tapi juga perubahan seluruhnya seperti emosi dan lain-lain. Mereka sering salah arah karena tidak ada yang membimbing, oleh karena itu orangtua perlu membimbing mereka agar tidak terlibat pergaulan yang salah,” kata Lizzie.

(Ism,  Laporan Sartika Septiana)

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone