Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Sakit Pinggang (Foto: Shutterstock)
Dream - Sebuah studi bidang kedokteran menunjukkan setiap orang minimal dalam hidupnya pernah mengalami satu kali periode nyeri pinggang. Sebanyak 5 hingga 20 persen dari mereka, akan mengalami nyeri yang bersifat kronis.
" Banyak sekali pasien yang datang ke berobat terkait sakit pinggangnya, umumnya sudah dengan kondisi yang kronis,” jelas dr. Mahdian, pakar rehabilitasi medik dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang, Gedung Onta Merah, Jakarta.
Dari sekian banyak penyebab nyeri pinggang yang ada di masyarakat, Herniated Nucleus Pulposus (HNP) atau yang biasa disebut saraf terjepit merupakan salah satu penyebab nyeri pinggang kronik terbanyak.
Nyeri tersebut biasanya menjalar hingga paha, dan seluruh bagian kaki disertai dengan melemahnya salah satu atau kedua kaki. Semakin tinggi usia seseorang, semakin tinggi pula kemungkinan terjadinya HNP.
HNP paling banyak diderita orang dengan rentang usia antara 30 hingga 50 tahun. Risiko terjadinya HNP akan menjadi lebih besar pada laki-laki dibandingkan perempuan dengan perbandingannya 2 : 1.
Terdapat beberapa faktor risiko terjadinya herniasi bantalan sendi tulang belakang diantaranya karena merokok, olahraga berat seperti angkat besi, atau aktivitas pekerjaan tertentu yang sering mengangkat beban secara berulang.
“ Dalam beberapa penelitian juga dikatakan, orang yang sering mengendarai sepeda motor memiliki risiko lebih besar untuk terjadi HNP, mencapai 2,7 kali lipat,” ujar Sri Wahyuni, pakar rehabilitasi Klinik Nyeri dan Tulang Belakang, Gedung Onta Merah, Jakarta.
Sangat penting bagi Sahabat Dream yang mengalami nyeri pinggang untuk segera memeriksakannya ke dokter. Pasalnya, jika nyeri pinggang kronis dibiarkan dalam waktu lama dapat menyebabkan saraf mati rasa.
(Sah)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?