Waspada Perubahan Perasaan yang Ekstrem, Bisa Jadi Bipolar

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 26 Maret 2018 17:24
Waspada Perubahan Perasaan yang Ekstrem, Bisa Jadi Bipolar
Untuk diagnosis dan pemeriksaan, jangan segan untuk berkonsultasi dengan psikiater.

Dream - Perubahan suasana hati bisa terjadi pada siapapun. Kadang kita merasa senang, namun ketika kondisi sedang tak bersahabat muncul perasaan sedih dan kecewa. Perubahan ini wajar.

Namun waspadalah jika perubahan suasana hati terjadi secara cepat dan drastis. Apalagi jika sampai bersikap berlebihan dalam waktu yang cukup lama.

Bisa jadi perubahaan mood atau perasaan tersebut merupakan gejala Gangguan Bipolar (GB). Ini merupakan jenis gangguan kejiwaan yang ditandai dengan  perubahan mood yang ekstrem.

" Gangguan bipolar ialah gangguan pada alam perasaan di episode tertentu timbul berbentuk suasana hati depresi atau sebaliknya, suasana hati mania atau hipomania. Kadang episode mania dan depresi terjadi pada satu periode waktu tertentu dan perubahan suasana hati amat cepat," ujar dr. Nova Riyanti Yusuf, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia cabang DKI Jakarta di Hotel Puri Denpasar, Jakarta Selasa 20 Maret 2018.

Penyebab GB, menurut Nova, bersifat multifaktor yaitu faktor biologis atau bawaan seseorang, psikologis, sosial serta kultural. Menurutnya dukungan keluarga dan lingkungan sangat
penting bagi penderita GB.

Untuk diagnosis dan pemeriksaan, jangan segan untuk berkonsultasi dengan psikiater. Hal ini agar penderita GB bisa mendapat perawatan yang tepat sehingga bisa hidup normal. Hana 
Alfikih, seorang penderita GB, mengungkap bagaimana awalnya ia merasa ada yang berbeda dengan dirinya.

" Sejak TK saya merasa ada yang aneh dengan diri saya, contohnya halusinasi. Perjalanan hidup yang up and down, perjalanan GB saya diperparah dengan ketidaktahuan keluarga saya
tentang penyakit ini," ungkap Hana.

 Boneka Hugi© Dream

Seiring berjalannya waktu keluarga Hana dapat mengerti dan mendukungnya hingga akhirnya ia menekuni profesi seniman dan karya-karyanya sudah banyak dinikmati dalam dan luar
negeri. Salah satu karyanya yaitu boneka Hagi.

Boneka tersebut dibuat oleh Hana sebagai gambaran sosok penderita GB yang membutuhkan pelukan dan dukungan dari banyak orang. Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa
Indonesia cabang Jakarta (PDSKJI) kemudian menjadikan boneka tersebut sebagai bagian dari kampanye kesadaran kesehatan jiwa terutama soal Gangguan Bipolar.

(Sah/Laporan Ferra Ferdiana)

 

 

Beri Komentar