Raih Berkah di Tanah Suci dengan Merencanakan Haji Sejak Dini Bersama Pegadaian

Reporter : Iwan Tantomi
Kamis, 28 Juli 2022 08:30
Raih Berkah di Tanah Suci dengan Merencanakan Haji Sejak Dini Bersama Pegadaian
Simak penjelasannya lewat rangkuman Webinar Pegadaian Generasi Pandai kali ini.

Naik haji termasuk rukun Islam yang kelima. Itulah kenapa ibadah tersebut juga kerap disebut sebagai penyempurna rukun Islam. Hanya saja ibadah haji ini membutuhkan kesiapan fisik, mental dan materi, sehingga diwajibkan bagi orang-orang yang mampu.

Pada kenyataannya, tidak sedikit orang yang dalam kesehariannya hidup sederhana, tetapi tetap mampu menunaikan ibadah haji. Ini karena naik haji dapat dipersiapkan sejak dini dengan menabung. Demi membantu masyarakat, terutama umat Islam di Indonesia, Pegadaian pun menawarkan kemudahan lewat Program Pembiayaan Porsi Haji.

Hal itu pun disampaikan dalam acara menarik berupa Webinar Pegadaian Generasi Pandai bertema ‘Rencanakan Haji Sejak Dini, Raih Berkah di Tanah Suci’. Simak rangkuman keseruannya berikut ini!

1 dari 2 halaman

Ibadah Haji Bukan Lagi Bagi yang Mampu Tapi Buat yang Mau

Pegadaian© Pegadaian

Webinar Pegadaian Generasi Pandai kali ini menghadirkan Ustadz Syam yang berasal dari Maros, Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan jika sejatinya umat Islam wajib bercita-cita menunaikan haji. Ustadz Syam kemudian menjelaskan jika ia sudah naik haji reguler bersama orang tuanya pada 2006 silam.

“ Di Maros, ada tradisi di mana ketika orang tua bisa naik haji dan juga menghajikan anaknya. Alhamdulillah karena saya tinggal di kampung dan naik haji itu menjadi kebanggaan, sehingga kewajiban naik haji sudah bisa saya penuhi bersama orang tua,” ungkapnya.

Dari sini bisa diketahui jika sebenarnya haji tak sekadar bagi yang mampu, tetapi lebih bagi yang mau. Sebab, menurut Ustadz Syam, jika dibandingkan orang kota, orang kampung mungkin kurang mampu secara materi. Tapi, karena kemauan yang ada, kemampuan untuk beribadah haji akhirnya dapat terpenuhi. Itulah kenapa jamaah haji reguler sebagian besar dari orang-orang kampung.

Pegadaian© Pegadaian

Lebih lanjut, Ustadz Syam menjelaskan pengalamannya naik haji ke tanah suci di usia muda. Pada 2006 ia hanyalah santri di sebuah pesantren dari kalangan keluarga biasa. Kebetulan sering ikut MTQ dan kerap menang. Dari situ hadiahnya kemudian disetorkan oleh sang ayah untuk Ongkos Naik Haji (ONH).

Setelah dapat waktu tunggu selama 6 tahun, Ustadz Syam berhasil naik haji di usia muda atau tepatnya saat masuk usia kuliah. Ustadz Syam kemudian menegaskan jika untuk menunaikan haji tak sebatas soal kesiapan materinya, tetapi juga harus memahami hukum seputar haji itu sendiri sesuai syariat Islam.

“ Bagaimanapun keadaan uangnya, niat naik haji hukumnya wajib bagi setiap umat Islam. Setelah berniat, kemudian berusaha. Salah satunya dengan menabung, termasuk lewat program yang disediakan oleh Pegadaian yang Insyaallah halal, mudah dan berkah prosesnya,” pungkas Ustadz Syam.

2 dari 2 halaman

Segerakan Naik Haji di Usia Muda Bersama Pegadaian

Pegadaian© Pegadaian

Bukan hanya Ustadz Syam, dalam Webinar Generasi Pandai kali ini juga menghadirkan Irfandi Yusuf selaku Assistant Manager Unit Usaha Syariah PT Pegadaian. Ia menjelaskan tentang beberapa fakta haji di Indonesia. Hal ini mencakup setoran awal haji sebesar Rp25 juta, serta biaya total ibadah haji per 2022 ini sebesar kisaran Rp39 juta. Irfandi menambahkan jika kuota haji per tahunnya untuk jamaah haji Indonesia dari pemerintah Arab Saudi sekitar 220 ribu.

Sementara itu, jumlah pendaftar haji di Indonesia sendiri per tahunnya sekitar 4,5 juta jemaah dengan masa tunggu antrean rata-rata 20 tahun. Jadi, apabila daftarnya sekitar usia 30 tahun dengan waktu tunggu paling lama 40 tahun, maka berangkat hajinya di usia 70 tahun. Inilah pentingnya untuk segera daftar haji sejak dini. Selain karena antreannya panjang, ibadah haji perlu fisik yang prima. Di samping itu, ibadah haji termasuk kebaikan yang harus disegerakan.

Supaya bisa mewujudkannya segera, Pegadaian pun memberikan kemudahan lewat program Pembiayaan Porsi Haji Pegadaian. “ Program Pembiayaan Porsi Haji ini merupakan layanan pembiayaan untuk mendapatkan porsi haji secara syariah dengan barang jaminan emas atau Tabungan Emas dan proses yang mudah serta aman,” ungkap Irfandi.

Pegadaian© Pegadaian

Menurut Irfandi, keunggulan dari program Pembiayaan Porsi Haji dari Pegadaian ini, antara lain nasabah bisa memperoleh tabungan haji yang langsung dapat digunakan untuk memperoleh nomor porsi haji. Program ini memberikan kepastian nomor porsi haji. Selain itu, emas dan dokumen haji aman tersimpan di Pegadaian, dengan biaya pemeliharaan barang jaminan terjangkau. Jaminan emas dapat digunakan untuk pelunasan biaya haji ataupun dikembalikan saat lunas.

Setelah itu, Irfandi menjelaskan persyaratan yang harus dilengkapi untuk mengikuti program ini. Pertama jaminan tabungan emas senilai 3,5 gram, emas batangan (LM), atau emas perhiasan dengan nilai taksiran minimal 1,9 juta rupiah. Selain itu, bukti Setoran Awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (SABPIH) dan Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH). Kemudian, siapkan juga Buku Tabungan Haji, fotokopi KTP, Kartu Keluarga, pas foto terbaru 3x4, serta surat keterangan domisili.

Pegadaian© Pegadaian

Adapun lokasi pengajuan Pembiayaan Porsi Haji ini dapat dilakukan di cabang Pegadaian, Pegadaian Digital, Pegadaian Syariah Digital, serta Agen Pegadaian. Bagi nasabah yang daftar Pembiayaan Porsi Haji Pegadaian sebelum 31 Agustus 2022 berakhir, maka berkesempatan mendapatkan gratis biaya administrasi sebesar Rp270 ribu. Buruan daftar sekarang juga. Informasi lebih lanjut bisa dicek langsung di sini.

Beri Komentar