BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
© MEN
Dream - Penambahan kuota jemaah haji Indonesia dari 221.000 menjadi 231.000 menjadi tantangan bagi petugas haji, terutama saat puncak haji di Arafah, Mudzalifah, dan Mina (Armuzna).
Kepala Satuan Operasional Armuzna, Jaetul Muchlis, mengatakan, penambahan kuota haji berpengaruh pada kondisi lapangan.
Dia mengatakan, telah menyosialisasikan strategi untuk para petugas Panita Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Non Kloter.
Jaetul beserta tim juga akan menempatkan petugas di pos-pos stasioner dan pos ad hoc di satuan tugas Armuzna. Dia juga telah menyiapkan tim mobile crisis rescue (MCR).
" Tim mobile crisis ini sekitar 220 orang dengan berbagai unsur, yaitu unsur perlindungan jemaah, unsur tim gerak cepat Kemenkes, ada P3JH nya Kementerian Agama dan juga teman-teman dari Media Center Haji juga akan terlibat di situ," ujar Jaetul.
Dia mengatakan, MCR merupakan gerak sinergi petugas dari berbagai instansi. Jaetul menjelaskan, untuk penanganan di Mina, tim MCR akan bertugas selama 24 jam.
" Mina memang menjadi primadona sebagai harus kita siasat dengan baik, ke mana kita escape-nya, ke mana kita memetakan pergerakan jemaah," kata dia.
Sebagai salah satu bentuk antisipasi, Jaetul juga mengimbau kepada jemaah lansia, berkemampuan fisik terbatas, untuk mewakilkan prosesi lempar jumrah.
" Kalau pun ingin melontar, kita arahkan agar melontar jumrah di hari kedua atau hari ketiga, tidak di hari kritis dan jam kritis," kata dia.
Sumber: Kemenag.go.id
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan