Bukan di Luar Negeri, Tempat Indah Ini Ada di Pulau Jawa

Reporter : Puri Yuanita
Rabu, 9 Desember 2015 20:31
Bukan di Luar Negeri, Tempat Indah Ini Ada di Pulau Jawa
Jangan salah, tempat indah dan belum terjamah ini ada di Indonesia, tepatnya berada di Pulau Jawa.

Dream - Melihat gambarnya sekilas, mungkin ada di antara Anda yang mengira tempat ini adalah Phi Phi Island di Thailand atau sebuah tempat yang ada di negara lain.

Namun jangan salah, tempat indah dan belum terjamah ini ada di Indonesia, bahkan masih berada di Pulau Jawa.

Tempat ini adalah Meru Betiri yang merupakan hutan tropis dengan sungai spektakuler dan keanekaragaman satwa liar. Berslogankan " Home of Biodiversity" , Taman Nasional Meru Betiri merupakan salah satu taman nasional yang paling mengesankan di Pulau Jawa dengan ekosistem mangrove, hutan rawa, dan hutan hujan dataran rendah.

Secara administratif, kawasan Taman Nasional Meru Betiri terletak di Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Sebagian besar taman nasional ini dipenuhi oleh perkebunan karet dengan topografi berbukit-bukit berikut tebing yang curam. Kawasan Taman Nasional Meru Betiri bagian utara dan tengah merupakan hutan hujan tropis yang selalu hijau, sedangkan di bagian lainnya termasuk hutan dengan musim kering.

Taman nasional ini merupakan sebuat " pot" besar tempat tumbuhnya tanaman langka seperti bunga raflesia dan beberapa jenis tumbuhan lainnya seperti bakau, api-api, waru, nyamplung, rengas, bungur, pulai, bendo, dan beberapa jenis tumbuhan obat-obatan.

Di sini Anda dapat menyaksikan tingkah laku satwa liar yang eksotis seperti kumbang hitam, kura-kura, macan tutul, banteng, kera ekor panjang, ajag, kucing hutan, rusa, bajing terbang ekor merah, merak, penyu belimbing, penyu sisik, penyu hijau, dan penyu ridel atau lekang.

Di Pantai Sukamade, yang merupakan bagian dari kawasan taman nasional ini, dibangun beberapa fasilitas sederhana untuk pengembangbiakan penyu. Taman ini juga merupakan tempat perlindungan harimau Jawa yang langka dan mulai punah.

Taman ini terletak di salah satu daerah yang paling terpencil di Indonesia sehingga aksesnya termasuk sulit, bahkan pengunjung terpaksa menggunakan mobil 4WD.

Letaknya yang terpencil membuat hutan ini jarang dikunjungi sehingga menjadi alasan mengapa hutan ini menjadi surga belantara yang belum terjamah keindahannya.

Taman Nasional Meru Betiri menawarkan pemandangan dan pengalaman yang luar biasa. Pepohonan dan satwa liar yang menjadikan hutan ini sebagai rumah dan habitat mereka akan menjadi atraksi menarik sekaligus bermanfaat bagi Anda.

Menuju hutan ini membutuhkan stamina yang baik. Namun keletihan Anda akan terbayar lunas dengan pemandangan yang spektakuler dan udara hutan yang khas menyejukan kulit dan hati Anda. Pengalaman ini akan sulit Anda rasakan dan temukan di tempat lain di planet ini.

(Ism, Sumber: Situs Kemenpar RI, Indonesia.travel)

 

1 dari 5 halaman

Ketinggian Air Terjun Sipiso-piso Sumatera Utara Memukau Dunia

Dream - Menjelajah dataran tinggi tanah Karo, para wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Utara dapat melanjutkan perjalanan menuju air terjun Sipiso-Piso desa Tongging. Melalui puncak bukit yang mengelilingi air terjun, pengunjung dapat menyaksikan keindahan lansekap Danau Toba yang terbentang luas di bawahnya.

Dalam bahasa masyarakat setempat, Sipiso-piso berarti pisau atau piso. Hal ini digunakan untuk mempresentasikan ketinggian dan derasnya air terjun yang mengalir deras seperti sebilah pisau tajam. S

Perjalanan menuju air terjun hanya ditempuh dengan berjalan kaki. Membutuhkan waktu kurang lebih 60 menit untuk sampai di bawah air terjun. Tiket masuk kawasan wisata ini pun cukup murah karena hanya dibandrol enam ribu rupiah per orang.

Air terjun Sipiso-Piso memiliki ketinggian 120 meter atau setara dengan 360 kaki. Kemudian riak-riak airnya akan mengalir ke bawah menuju Danau Toba yang dikelilingi tujuh kabupaten. Sehingga menarik perhatian kunjungan wisatawan dari dalam dan luar negeri.

Bagi para wisatawan, dapat menggunakan mobil sewaan untuk menuju lokasi ini. Biaya menyewa mobil berkisar antara Rp. 500 ribu per hari. Selain itu, para wisatawan yang memiliki dana terbatas dapat mencapai lokasi menggunakan bus dari Medan. Biasanya bus akan diberangkatkan setiap 45 menit sekali.

Dari Medan para wisatawan harus menempuh perjalanan selama dua jam lebih menuju ibukota kabupaten Karo, Kabanjahe. Lalu ditambah 24 km lagi ke arah utara menuju Merek, Karo. 

2 dari 5 halaman

Desa di Indonesia Ini Larang Wanita Tak Bisa Menenun Menikah

Dream - Pulau Lombok memiliki segudang tempat yang tak hanya indah, tapi juga sarat akan kearifan lokal yang unik. Salah satu contohnya, Desa Sukarara.

Meski belum sepopuler Desa Sade, Desa Sukarara atau yang lebih sering disebut Sukarare tak kalah menarik. Di sini para traveler dapat melihat pembuatan kain tenun songket khas Lombok.

Para traveler yang datang ke desa ini dapat melihat kegiatan ibu-ibu setempat yang sedang menenun. Uniknya, budaya menenun begitu mengakar kuat di sini.

Maklum saja, aturan adat setempat mengharuskan wanita dapat menenun. Ini menjadi syarat agar mereka diperbolehkan menikah. Dengan kata lain, wanita-wanita di desa ini yang tak bisa memenun, akan dilarang untuk menikah.

Tak heran,  secara turun-temurun anak perempuan di desa ini sudah diajari cara menenun sejak kecil.

Pada setiap rumah di Sukarara terdapat alat menenun. Para traveler pun dapat meminta penenun mengajari cara menenun. Tak perlu sungkan, karena mereka akan dengan senang hati membantu Anda menggunakan alat tenun.

Motif tenun Sukarara begitu menarik. Motif khasnya antara lain subhanale atau wayang khas Lombok, rumah adat atau lumbung, dan tokek. 

Selengkapnya baca di sini.     

3 dari 5 halaman

Indahnya 'Tebing Pacitan', Tersembunyi dari Radar Traveler

Dream - Pacitan, kota kecil di ujung barat pesisir selatan Jawa Timur ini memang dianugerahi pantai-pantai menawan. Salah satunya adalah Pantai Buyutan.

Pantai ini menawarkan pemandangan apik dengan garis pantai yang panjang dan pasir putih. Inilah yang menjadikan lanskap pantai ini begitu sedap dipandang mata.

Dilansir dari laman Indonesia.travel, lokasi Pantai Buyutan cukup mudah dijangkau karena berada satu rute dengan obyek wisata lain yang terkenal, seperti Gua Gong dan Pantai Klayar.

Jaraknya dari pusat kota hanya sekitar 40 km dan bisa ditempuh menggunakan kendaraan bermotor kurang dari satu jam. Secara administratif, Buyutan terletak di desa Widoro, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.

Kabar keindahan Pantai Buyutan memang sudah terdengar sejak lama. Foto-foto pantai ini bahkan sudah beredar luas di media sosial dan beberapa media massa.

Namun di balik itu semua, ada sisi lain Pantai Buyutan yang belum banyak diketahui orang. Di sebelah Timur pantai ini terdapat sebuah bukit dan tebing yang tersembunyi.

Hanya butuh trekking selama 20 menit dari Buyutan untuk sampai di tempat 'rahasia' itu. Di sana Anda akan menyaksikan panorama superindah, sebuah tebing menghadap ke laut.

Tak hanya indah, tebing ini juga unik karena memiliki sistem sungai yang bermuara ke laut sehingga menciptakan fenomena air terjun.

Tebing ini membentuk celah sempit yang bisa dimasuki air laut. Jika Anda cukup berani, bisa menuju ke tebing yang terpisah oleh celah tadi. Dari sana akan didapat foto yang cantik seperti di tengah pulau.

Tapi Anda perlu berhati-hati dan selalu waspada dengan gelombang laut yang bisa datang tiba-tiba. Sebaiknya datang ke sana saat surut, karena ombak yang menghantam tebing saat pasang sangat berbahaya.

Lokasi ini belum banyak diketahui traveler. Jadi jangan ragu untuk memasukannya dalam daftar destinasi liburan Anda selanjutnya.

4 dari 5 halaman

Pulau di Indonesia Ini Punya Oksigen Terbaik di Dunia

Dream - Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dikenal dengan banyaknya pulau yang dimilikinya. Total ada 125 pulau di Sumenep baik yang berpenghuni maupun tidak. 

Siapa sangka di antara pulau tersebut terdapat satu pulau dengan kadar oksigen terbaik kedua di dunia setelah Yordania.

Pulau Giliyang namanya. Secara administratif, pulau ini berada di wilayah kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur.

Dahulu kala, Pula ini dikenal dengan dua nama yang berbeda, yaitu Gila Iyang dan Gili Elang. Menurut penuturan penduduk setempat, terdapat dua sejarah yang berbeda mengenai asal muasal nama pulau tersebut.

Yang pertama adalah Gila Iyang yang artinya 'gila dari nenek moyang'. Dahulu pulau ini merupakan pulau yang dijadikan sebagai tempat pembuangan orang gila. Saat pertama ditemukan, pulau ini ditempati oleh orang-orang gila.

Yang kedua, asal nama pulau ini adalah Gili Elang atau Pulau Elang yang memiliki arti 'pulau yang hilang' dalam bahasa Madura. Sebab, pada zaman penjajahan Belanda, pulau ini merupakan pulau yang tidak ditemukan atau hilang. Sementara pulau-pulau di sekitarnya telah ditemukan terlebih dahulu.

Dari hasil verifikasi Tim Pembakuan Nama Rupabumi Tahun 2006, nama pulau ini dibakukan menjadi Giliyang yang kemudian dikenal oleh masyarakat Sumenep sampai sekarang.

Pulau inilah yang akhirnya diklaim mempunyai kadar oksigen terbaik di dunia. Hal itu berdasarkan hasil penelitian tim Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim LAPAN akhir Juli 2006 lalu, yang kemudian dilakukan kaji ulang pada 27 Desember 2011 lalu oleh BLH (Badan Lingkungan Hidup) Sumenep dan Jawa Timur, serta pihak Bappeda.

Dengan statusnya ini, tak heran jika Pulau Giliang dijadikan kawasan itu dijadikan destinasi wisata kesehatan.

Sebagai gambaran, dari hasil penelitian Pulau Giliyang memiliki konsentrasi oksigen sebesar 20,9% dengan level explosif limit (LEL) 0,5%. Nilai kandungan tersebut berbeda dengan wilayah lain yang mempunyai nilai konsentrasi oksigen 20,9% dan LEL 0,0%. Ketika dikaji ulang, hasilnya pun sama yakni oksigen di pulau tersebut antara 3,3 hingga 4,8 persen atau di atas normal.

Kualitas oksigen yang baik membuat penduduk pulau ini berumur panjang. Mayoritas penduduk Pulau Giliyang berusia lebih dari 80 tahun dan tampak awet muda serta segar bugar. Mereka bahkan masih mampu melakukan aktivitas layaknya orang-orang di usia produktif.

Anda yang ingin berlibur, ada baiknya menjadikan Pulau Giliyang sebagai destinasi Anda. Selain menyenangkan, pulau ini bisa memberikan Anda momen liburan yang sehat.

(Sumber: www.humaspemkabsumenep.org)

5 dari 5 halaman

Dikira Thailand, Ternyata `Surga` Ini Tersembunyi di Indonesia

Dream - Aktivitas traveling tengah populer dan makin banyak digandrungi belakangan ini. Hal ini tak terlepas dari peran media sosial yang nyaris tiap detik memunculkan unggahan-unggahan gambar tempat wisata keren yang menggelitik para traveler untuk datang.

Seperti tempat wisata berikut ini yang mendadak populer karena media sosial. Di Sulawesi Selatan, jika Anda mau menengok sedikit lebih dalam, Anda akan menemukan surga tersembunyi yang begitu indah.

Adalah Rammang Rammang Maros. Wisata alam di kabupaten Maros, Sulawesi Selatan yang belum tersentuh modernisasi.

Di Rammang Rammang Maros traveler akan menyaksikan keindahan pegunungan Karst. Berbeda dengan pegunungan karst di daerah lain. Rammang Rammang Maros merupakan pegunungan kapur dengan tumbuhan yang hidup subur di permukaan batunya. Fenomena ini hanya satu-satunya di Indonesia.

Rammang Rammang Maros juga merupakan pegunungan kapur terluas ketiga di dunia setelah Cina Selatan dan Vietnam.

Tempat ini persis terletak di dusun Rammang Rammang, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa. Dari pusat kota Makassar dapat dijangkau sekitar 1,5 sampai 2 jam dengan berkendara ke arah utara.

Panorama yang disuguhkan tempat ini akan membuat Anda tidak percaya jika Rammang Rammang Maros ada di negeri sendiri.

Bahkan banyak orang mengira tempat ini berada di Krabi, Thailand. Hanya saja, bedanya Rammang Rammang Maros dikelilingi sungai dan persawahan, bukannya pantai.

Untuk berkeliling di tempat ini, traveler bisa menyewa sampan dengan tarif Rp100-150 ribu pada warga sekitar.

Nah, Anda yang ingin berlibur, tak perlu jauh-jauh ke luar negeri. Karena Indonesia punya segudang tempat yang lebih menarik untuk dikunjungi seperti Rammang Rammang Maros.

(Ism, Berbagai sumber)     

Beri Komentar