Ditemukan, Bangkai Kapal Berisi Harta Karun Rp13,8 Triliun

Reporter : Eko Huda S
Senin, 7 Desember 2015 14:32
Ditemukan, Bangkai Kapal Berisi Harta Karun Rp13,8 Triliun
"Ini harta karun paling berharga yang ditemukan dalam sejarah manusia," kata Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos.

Dream - Kolombia mengumumkan penemuan bangkai Kapal San Jose yang tenggelam di kawasan Karibia 300 tahun silam. Kapal milik Spanyol itu diduga memuat harta karun berupa emas, perak, dan perhiasan lainnya, dengan nilai triliunan rupiah.

“ Ini harta karun paling berharga yang ditemukan dalam sejarah manusia,” kata Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos, sebagaimana dikutip Dream dari laman ABC News, Senin 7 Desember 2015.

Bangkai kapal yang ditenggelamkan oleh kapal perang Inggris pada Juni 1708 ini ditemukan di perairan dekat pelabuhan Kota Cartagena, Kolombia. Kapal San Jose memang tercatat dalam sejarah sebagai kapal yang mengangkut barang berharga dengan nilai tinggi.

Para pemburu harta karun telah bertahun-tahun mencari kapal yang digambarkan sebagai “ cawan suci” ini. Sebab, harta karun yang dimuat kapal ini benar-benar bisa membuat manusia tercengang!

Berapa jumlah harta karun itu? Jack Harbeston, Managing Director Sea Search Armada (SSA), sebuah invistor pelayaran dari Amerika Serikat, memperkirakan harta karun Kapal San Jose sekitar US$4 miliar hingga US$17 miliar (Rp55 triliun hingga Rp235 triliun).

Namun taksiran itu memang berbeda-beda. Laman ABC News menulis harta karun itu kisaran US$3 miliar atau sekitar Rp 41 triliun. Sementara laman BBC menulis sekitar Rp 13,8 triliun. “ Tak ada yang tahu pasti jumlahnya,” kata Harbeston, sebagaimana dikutip laman CNN.

Ditemukan, Bangkai Kapal Berisi Harta Karun Rp13,8 Triliun© ABC News

Pencarian Kapal San Jose juga menjadi konflik antara Kolombia dengan SSA. Pada tahun 1981, SSA mengklaim menemukan posisi Kapal San Jose ini. Mereka menuding pemerintah Kolombia berusaha menyita temuan itu secara ilegal.

SSA kemudian mengajukan gugatan hukum di AS dan Kolombia. SSA memenangkan kasus ini di Mahkamah Agng Kolombia, sehingga harta karun dalam Kapal San Joses itu harus dibagi separuh untuk mereka dan sisanya untuk Kolombia. Dua gugatan hukum di AS, yaitu tahun 2011 dan 2015, gagal.

Namun kali ini, Kolombia mengklaim bangkai Kapal San Jose ini ditemukan oleh para peneliti pada 27 November di lokasi yang belum pernah ditemukan oleh siapapun. “ Di tempat yang belum pernah ditunjukkan oleh penelitian sebelumnya,” kata Presiden Santos, sebagaimana dilansir ABC News.

Menurut Antropolog, Fabian Sanabria, ada lebih 1.000 puing yag ditemukan di Laut Karibia, Kolombia, itu. Namun hanya ada sekitar 6 hingga 10 puing besar yang diduga mengandung muatan harta karun. Dan temuan terbesar itu adalah puing-puing dari Kapal San Jose.

1 dari 5 halaman

Misteri Harta Karun Pulau Nangka

Dream - Pulau Nangka. Inilah pulau yang tengah menjadi buah bibir. Pulau itu diduga menyimpan harta karun emas bernilai miliaran ringgit Malaysia atau triliunan rupiah.

Pulau yang dikuasai Malaysia ini tak begitu luas. Hanya sekitar 20 hektare saja. Berhimpit dengan pulau-pulau kecil lain di Selat Malaka. Juga jalur laut yang sangat sibuk di antara Malaysia dan Pulau Sumatera.

Soal harta karun itu, ahli sejarah punya teori. Mereka menduga emas-emas yang diduga masih terpendam di pulau itu milik Sultan Mahmud. Penguasa terakhir Kesultanan Melayu Melaka, kerajaan Islam yang berpengaruh di Semenanjung Melayu dan sebagian Nusantara.

Dari catatan sejarah —yang dimuat MStar Online— Sultan Mahmud membawa sebagian kekayaannya saat Kesultanan Melaka ditaklukkan armada Portugis pada 1511. Sultan Mahmud berusaha merebut kembali Melaka, namun tidak berhasil karena kekayaannya ditingal di Pulau Nangka itu.

Teori lain menyebut harta-harta itu dibawa dari Kesultanan Melaka oleh armada Portugis dengan Kapal 'Flor de la Mar' di bawah Afonso de Albuquerque. Harta yang dibawa itu antara lain peti emas, permata, meja emas, berbagai jenis batu permata, dua patung singa tembaga, dan gelang sakti milik Raja Sabandar.

Namun kapal itu karam setelah armada Portugis terlibat perang dengan penguasa Sumatera pada Desember 1511. Selain teori ini, ada pula yang menyebut harta kekayaan itu peninggalan zaman Majapahit.

Sejak itu, banyak upaya menemukan harta karun itu. Bahkan laman The Star menulis ada sekelompok orang yang sudah 30 tahun berada di Pulau Nangka untuk mencari harta iu. Tapi tak berhasil menemukannya.

Bertahun-tahun diburu, baru Kamis 1 Mei yang lalu ada laporan penemuan benda logam. Berupa dua keping uang logam kuno bertuliskan huruf Arab dan Jawa kuno.

Namun, tak semua percaya. Ada yang menuding dua keping uang logam itu sengaja ditanam oleh Smart Partnrship International (M) Sdn Bhd, perusahaan yang mengantongi kontrak pencarian harta karun itu.

Tapi tudingan itu telah ditepis. Seperti dimuat The Sun Daily, Selasa 6 Mei 2014, Manajer Direktur Smart Mohammad Foad Khushairy Mohd Said mengatakan dua koin emas itu ditemukan anak buahnya saat menggali bebatuan di Pulau Nangka itu.

Yang unik adalah kisah mistis yang berkembang dalam perburuan harta yang diduga berada di dalam gua di pulau itu. Masyarakat sekitar percaya harta itu dilindungi oleh kekuatan gaib sehingga sulit ditemukan.

“ Ini tidak ilmiah, tapi masyarakat lokal percaya ada penghalang mistis yang tidak mengizinkan harta karun itu diambil,” kata Kepala Menteri Melaka Datuk Seri Idris Haron dikutip The Nation. Menurut penduduk desa, gua yang terkubur itu dilindungi oleh kekuatan mistis.

Bagaimana pun, saat ini Malaysia tengah ancang-ancang mendaftarkan Pulau Nangka menjadi situs sejarah dan arkeologi yang harus dilindungi ke Unesco. Organisasi di bawah PBB itu kebetulan mengurusi masalah pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.

2 dari 5 halaman

Emas 25 Ton Hebohkan Pemburu Harta Karun

Dream - Sebuah kota kecil di Italia dipastikan menjadi magnet berikutnya bagi para pemburu harta karun, setelah sang walikota mengumumkan rencana menggali artefak kuno seberat 25 ton yang diperkirakan bernilai 1 miliar poundsterling.

Walikota Cosena Mario Occhiuto dari kota Calabria di Cosenza mengatakan, harta karun Raja Alaric dari Kerajaan Visigoth akan mengalahkan legenda harta karun kereta emas Nazi di Polandia.

Alaric, penguasa Kerajaan Visigoth di Jerman yang menginvasi Italia dan menguasai kota Roma pada 410 SM, mengumpulkan harta benda berupa emas, perak dan batu mulia dari kota-kota yang ditaklukannya.

Harta yang dijarah termasuk peninggalan tak ternilai yang dicuri oleh orang-orang Romawi selama penaklukan Yerusalem.

Alaric menemui ajalnya di Cosenza. Untuk membuat makamnya, ratusan budak dikerahkan untuk mengalihkan air dari Busento sehingga mereka bisa menggali makam yang cukup besar untuk Alaric, kudanya dan semua harta dari penaklukannya.

Setelah makam itu selesai, sungai dikembalikan ke jalur aslinya dan makam Alaric ditutupi dengan air.

Untuk memastikan bahwa tidak ada yang akan mengungkapkan lokasi ini, pasukan Alaric membunuh semua budak yang diperkerjakan untuk membuat makam rajanya.

Berabad-abad setelah itu, banyak pemburu harta karun telah datang ke kota berpenduduk 70.000 orang tersebut. Mereka termasuk kelompok penggali emas Nazi yang dikirim ke sana oleh pemimpin SS Heinrich Himmler yang terobsesi oleh mitos dan legenda dari Hun kuno.

Untuk menarik para pemburu harta karun, Occhiuto sengaja membuat brosur yang memiliki gambar Himmler di depannya. Keputusan sang walikota itu memicu protes dan kecaman dari orang-orang Yahudi di seluruh Eropa. Tetapi Occhiuto bersikeras bahwa brosur itu bukan untuk menghina Yahudi.

Occhiuto juga telah membentuk delegasi khusus yang dikirim ke Roma pekan ini. Delegasi ini nantinya akan menggunakan peralatan elektromagnetik dan radar serta gambar dari satelit dan pesawat untuk mencari harta karun Raja Alaric.

Proyek Occhiuto ini bahkan telah mendapat lampu hijau dari anggota parlemen Italia. Pencarian harta karun Raja Alaric akan dilakukan dalam enam bulan ke depan.

" Kami telah mencocokkan data historis dengan indikasi geografis" , kata ahli geologi Amerigo Rota, salah satu tim yang ditunjuk Walikota Occhiuto untuk menemukan harta peninggalan Raja Alaric.

(Ism, Sumber: express.co.uk)

3 dari 5 halaman

Pasangan Ini Temukan Harta Karun yang Tersimpan 50 Tahun

Dream - Mencari harta karun dalam sebuah permainan mungkin akan menjadi hal seru. Apalagi jika benar-benar mendapatkan harta karun.

Keseruan ini dialami oleh pasangan yang tinggal di Phoenix, Amerika Serikat (AS). Mereka menemukan brangkas berusia 50 tahun tertanam di lantai rumah mereka.

Awalnya, pasangan ini menemukan kode unik dan sejumlah petunjuk tertulis di atas kertas. Kertas itu tersimpan di kotak obat.

Keduanya memutuskan untuk membongkar lantai dapur. Mereka terkejut ada sebuah brangkas tersimpan rapi di bawah tanah.

Lebih mengejutkan lagi ketika mereka berhasil membuka brangkas tersebut menggunakan kode unik yang telah ditemukan. Uang pecahan 100 dolar AS dengan jumlah 51.080 dolar AS, setara Rp715,7 juta dalam beberapa gepok , anggur Bourbon buatan 1960, serta buku 'A Guide for the Perplexed' karya EF Schumacher tersimpan dalam kondisi baik.

" Kami menatap tidak percaya," kata wanita itu.

Di dalam buku tersebut terselip selembar foto hitam putih dari orang yang tidak mereka kenal. Di belakang foto itu tertulis kalimat 'Alan, saya punya buku yang harus kamu baca'.

" Saya sudah menggarisbawahi bagian yang menjadi kunci," ungkap wanita itu.

Pada halaman 11 terdapat foto rumah yang dibubuhi kalimat 'Ada hasil yang bermanfaat di sana'. Sementara di balik foto itu, terdapat tulisan 'Saat satu pohon menghasilkan tiga'.

" Mungkin ada mata yang tajam mengintai rumah ini dan saya ingin tahu apa yang dimaksud tiga pohon itu!" terang dia.

Pada halaman 14 terdapat paragraf yang digarisbawahi, berisi kalimat 'Kebanyakan pembaca modern akan enggan untuk percaya bahwa kebahagiaan yang sempurna dicapai dengan metode yang bagi dunia modern mereka tidak tahu apa-apa'.

Selebihnya, kartu Bingo juga terselip di buku itu, dengan tiga nomor yang telah dilingkari.

Wanita itu mengatakan tidak tahu apa yang akan dia dan pasangannya lakukan dengan uang tersebut. " Jika Alan masih ada di luar sana, ini mungkin untuk dia," ucap dia.

" Tapi kami tetap akan menyimpan bourbon!" tutup dia.

Sumber: mirror.co.uk

4 dari 5 halaman

Harta Karun Kapal Perang Ottoman Ditemukan

Dream - Ekskavasi kapal fregat kerajaaan Ottoman bernama Ertugrul yang tenggelam di Samudera Pasifik pada 1890 berhasil mengangkat lemari besi berisi koin emas, perak dan perunggu milik Jepang, Inggris dan Hong Kong.

Peti harta karun tersebut ditemukan dalam sebuah gua bawah laut di kedalaman 20 meter.

Dalam laporannya, majalah Turki Radikal mengatakan harta karun itu ditemukan di daerah di mana tidak ada kapal karam lainnya. Harta berharga itu kini telah diserahkan ke Museum Turki di Kushimoto, Jepang.

Ekskavasi dimulai di Samudera Pasifik sejak 6 tahun yang lalu dan dipimpin oleh Tufan Turanli yang membawahi 8 penyelam Jepang, seorang arkeolog Spanyol dan seorang ilmuwan Amerika Serikat. Setelah dihentikan sementara, ekskavasi dimulai lagi pada 19 Januari lalu.

Ekskavasi yang disponsori Mersin Chamber of Shipping ini adalah proyek Underwater Archeological Institute bekerja sama dengan Turkish Airline.

Underwater Archeological Institute bertanggung jawab terhadap proses ekskavasi dan penyelamatan, yang dilakukan di 100 meter dari garis pantai dengan kedalaman antara 20-40 meter.

Selama ekskavasi, telah ditemukan koin emas, perak dan perunggu Jepang, Inggris, dan Hong Kong. Sebelumnya, para penyelam juga menemukan koin Ottoman.

" Tiga hari sebelum koin emas ditemukan, kami juga menemukan koin perak Meiji Yen langka yang dicetak pada tahun 1889. Penemuan itu menarik minat peneliti dan ahli Jepang. Di daerah yang sama juga ditemukan koin Inggris dan Hong Kong," kata Turanli.

Pada awalnya Turanli dan rekan-rekannya merasa aneh mereka tidak menemukan koin Ottoman. Namun setelah dipelajari mereka baru sadar bahwa siapa saja yang bepergian ke luar negeri akan menggunakan mata uang negara yang dituju.

Hingga saat ini, Turanli dan rekan-rekannya telah menyelamatkan 7.550 koin sejak 2007 dan berhasil memulihkan semuanya.

Selain koin, ekspedisi yang dipimpin Turanli juga menemukan 264 barang milik para awak kapal. Semua temuan tersebut akan dipajang di Museum Turki di Kushimoto.

(Ism, Sumber: Worldbulletin)

5 dari 5 halaman

Harta Karun Saudi, 900 Juta Barang Bekas Bernilai Rp 1.226 T

Dream - Sebagai negara kaya, Arab Saudi tak hanya berlimpah emas hitam. Negara Teluk ini juga diyakini memiliki harta berupa 900 juta barang bekas. Jangan terlena dengan statusnya. Jutaan barang bekas ini ditaksir bernilai 370 miliar riyal, setara Rp 1.226 triliun.

Penelitian oleh dubizzle - situs iklan baris terkemuka di Timur Tengah dan Afrika Utara itu didukung temuan dari perusahaan riset pasar global YouGov yang mencatat ada sekitar 60 juta ponsel bekas di Saudi.

Jumlah ini lima kali lebih tinggi daripada di Uni Emirat Arab. Nilai total dari ponsel-ponsel bekas itu diperkirakan mencapai 56 miliar riyal atai Rp 185 triliun. Menurut laporan itu, jumlah tersebut dua kali lebih besar dari biaya proyek kereta api Arab Saudi.

Penelitian juga menunjukkan bahwa ada lebih dari 288 juta buku bekas yang sebetulnya bisa dipakai untuk mendidik setiap warga buta huruf di India. Tidak hanya itu, Saudi juga memiliki 222 juta pakaian bekas di rumah-rumah penduduknya. Jumlah tersebut cukup untuk dibagikan bagi semua orang miskin di seluruh dunia.

" Harta karun Arab Saudi tidak terkubur di bawah pasir gurun, mereka berada di dalam rumah setiap orang. Pengguna internet di kerajaan sedang duduk di tumpukan uang tunai, yang tidak mereka sadari," kata Abdullah Al Ghadouni, manajer dubizzle untuk Arab Saudi.

Ditambahkan Al Ghadouni, setiap rumah tangga Saudi memiliki sekitar 18 buku bekas, 13 pakaian bekas dan 4 mainan bekas. Jika barang-barang tersebut dialirkan ke masyarakat dan pindah ke rumah lainnya, mereka dapat membuat dampak yang nyata dalam komunitas lokal mereka.

" Kami melakukan penelitian ini karena kami ingin orang Saudi yang memiliki koneksi internet bisa mendapat uang tambahan dengan menjual barang-barang yang sudah tidak terpakai," kata Al Ghadouni. 

Beri Komentar