Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Dream - Baru-baru ini media sosial Malaysia digemparkan dengan foto yang memperlihatkan fasilitas Kamar Wudhu VVIP di Masjid Negara.
Karena ada Kamar Wudhu VVIP itulah Masjid Negara dikritik dan dianggap menerapkan sistem 'kasta' dalam agama Islam.
Namun ada juga yang membela keputusan Masjid Negara karena menurut mereka, hanya orang yang sering mengunjungi masjid yang akan tahu masalah sebenarnya.
Terlepas dari itu, Masjid Negara melalui Jabatan Kemajuan Islam Malaysia memberi pernyataan resmi tentang polemik foto Kamar Wudhu VVIP yang ramai diperdebatkan di situs sosial Facebook:
Menurut mereka, karena Masjid Negara sering digunakan sebagai tempat untuk menggelar acara-acara resmi kerajaan dan banyak pejabat tinggi Malaysia atau luar negeri yang berkunjung, maka sudah sewajarnya disediakan kamar wudhu khusus.
Terlebih lagi, kamar wudhu khusus tersebut bersebelahan dengan ruang tunggu VVIP sehingga memudahkan para tamu, baik pembesar kerajaan atau duta asing, untuk mengambil air wudhu.
Selanjutnya, Masjid Negara menyatakan bahwa foto Kamar Wudhu VVIP tidak seperti yang digambarkan. Foto Kamar Wudhu VVIP yang heboh di media sosial itu menyesatkan.
Masjid Negara ingin menjelaskan tentang foto tersebut yang menggambarkan seolah-olah Kamar Wudhu VVIP sangat eksklusif dengan tanda yang besar. Padahal foto yang diambil itu tidak menggambarkan Kamar Wudhu VVIP yang sebenarnya.
" Untuk anda ketahui, Masjid Negara mengadopsi kebijakan bersifat terbuka dan bersedia untuk menerima komentar, pandangan dan teguran dari siapa saja termasuk orang awam demi kebaikan dan perbaikan," kata Tan Sri Dato Syaikh Haji Ismail bin Haji Muhammad, Imam Besar Masjid Negara.
" Namun begitu Masjid Negara juga berpandangan bahwa setiap teguran dan kritikan perlulah disalurkan dengan cara dan sarana yang sesuai, bukanlah berbentuk provokasi lebih-lebih lagi yang memiliki niat dan agenda tertentu," imbuhnya.
Seorang pengguna Facebook menceritakan pengalamannya salat Jumat di Masjid Negara dan menggunakan kamar khusus tersebut ketika mengambil air wudhu.
Berdasarkan cerita pengguna tersebut, jelaslah bahwa Kamar Wudhu VVIP juga terbuka untuk umum jika tidak ditutup sementara untuk penggunaan tamu VIP yang hadir.
(Ism, Sumber: mynewshub.cc)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
