Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Islam adalah agama damai yang mengajarkan cinta, hormat dan kebaikan terhadap orang lain dan tidak melakukan diskriminasi terhadap agama-agama lain.
Kebaikan-kebaikan Islam ini berhasil meluluhkan hati 18 orang untuk memeluk Islam.
Kembalinya mereka ke Islam disambut oleh lembaga dakwah Maulana Hifzur Rahman Seoharvi Academy pada hari Jumat pekan kemarin. 12 pria, termasuk 10 orang dari India dan 6 dari Filipina, memutuskan untuk menjadi muslim setelah mempelajari Islam dengan benar.
Proses pengislaman 18 orang tersebut didahului dengan pembacaan Alquran oleh Mohammad Karem yang sebelumnya mengenalkan Islam kepada dua mualaf asal India, Ali dan Othman. Mereka sebelumnya bernama Ram Babu dan Pushpinder.
Demikian juga dengan Shinand Austria, Nelson Erna, Orly Balbastro, Boye Sayson Rhiman dari Filipina yang mengubah nama mereka menjadi Faisal, Yousuf, Ali dan Abdullah. Mereka semua telah menerima Islam beberapa bulan sebelumnya.
Ali dan Othman kemudian berbagi kisah tentang bagaimana perjuangan mereka dalam menerima Islam dan betapa bahagianya mereka mendapatkan jalan yang lurus.
Ali mengatakan dia berasal dari Fatehpur, sebuah kota di utara Uttar Pradesh. Dia memiliki banyak teman muslim yang mengajarinya tentang Islam.
" Saya merasakan kedamaian dan kepuasan saat diajak salat oleh mereka untuk pertama kalinya," kata Ali, menambahkan bahwa saat itu dia belum memutuskan untuk menjadi mualaf. Namun sejak itu dia selalu meluangkan waktu untuk belajar Islam dan akhirnya, dia memutuskan untuk menjadi mualaf.
Namun, kata Ali, karena keputusannya ini, ia dijauhi keluarga. Namun Ali tetap pada pendiriannya karena ia yakin telah menemukan jalan yang benar.
Sementara itu, Othman mengatakan dia tidak punya teman muslim di tempat asalnya di Rajasthan. Namun saat tiba di Jeddah untuk bekerja, dia jadi tahu tentang Mekah dan Madinah.
" Ada banyak sekali tempat suci bagi umat Hindu. Tapi muslim hanya punya Mekah dan Madinah. Saya sangat ingin tahu tentang dua kota suci ini tapi saya diberitahu non-muslim dilarang masuk ke dalamnya," katanya.
Sejak itu dia ingin tahu Islam dengan membaca Alquran. " Di situlah saya baru menemukan kedamaian dalam hati dan pikiran saya, hingga akhirnya saya menerima Islam."
Keenam mualaf asal Filipina menemukan Islam setelah bekerja di King Faisal Specialist Hospital. Di tempat ini mereka merasakan perilaku baik dan sikap ramah tamah perawat dan dokter muslim. Sejak itu mereka termotivasi untuk mempelajari Islam.
(Ism, Sumber: Arab News)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya