Kisah Rumah Masa Kecil Nabi yang Kini Jadi Perpustakaan Umum

Reporter : Puri Yuanita
Jumat, 7 Agustus 2015 12:15
Kisah Rumah Masa Kecil Nabi yang Kini Jadi Perpustakaan Umum
Di tempat yang hanya berjarak 150 meter dari Masjid Al-Haram itulah Rasulullah dilahirkan pada tanggal 12 Rabi'ul Awwal Tahun Gajah (tahun 571 Masehi).

Dream - Daar Maulid Nabi, bangunan yang terletak di Kampung Suuq Lail, Arab Saudi ini merupakan rumah masa kecil Nabi Muhammad SAW. Di tempat yang hanya berjarak 150 meter dari Masjid Al-Haram itulah Rasulullah dilahirkan pada tanggal 12 Rabi'ul Awwal Tahun Gajah (tahun 571 Masehi).

Dikisahkan, dahulu tempat ini kerap digunakan para pejabat Mekah untuk mengadakan berbagai acara peringatan hari lahir Rasulullah, seperti kunjungan dan ziarah.

Di tempat itu pernah pula dibangun sebuah masjid untuk salat para penduduk Mekah. Pada tahun 666 Masehi, saat pemerintahan Malik Al-Muzhaffar, di tempat itu dibangun sebuah gedung yang megah dan besar.

Sayangnya, semakin ke sini kita semakin tak bisa menikmati bentuk aslinya. Bangunan tersebut kini sudah berbentuk bangunan tahun 1900-an. Pemerintah Arab Saudi melakukan banyak pemugaran pada tempat ini dengan alasan melindungi akidah dan keyakinan umat Islam dari sikap syirik kepada Allah.

Pemerintah Saudi tak ingin kaum muslim, terutama penduduk setempat mengkeramatkan peninggalan dan situs sejarah yang dibangun pada zaman Rasulullah, termasuk rumah kelahiran nabi.

Kini, jika melaksanakan ibadah Haji atau Umrah, para jamaah akan mendapati suatu bangunan tua yang tidak terpakai lagi namun tetap berdiri kokoh, kontras dengan Masjid Al-Haram yang megah dan mengagumkan di sebelahnya.

Rumah masa kecil Nabi Muhammad SAW itu saat ini berfungsi sebagai perpustakaan umum yang diberi nama Maktabah Makkah Mukarramah.

Meski merupakan perpustakaan umum, kabarnya tidak semua orang bebas masuk ke tempat ini kecuali mereka yang mendapat izin dari petugas dan penjaga wilayah tersebut.

Konon bangunan tempat kelahiran nabi itu masih dapat bertahan hingga sekarang karena 'desakan' Walikota Mekah, Syaikh Abbas Qatthan kepada Raja Abdul Aziz.

 

 

Beri Komentar