Israel Bangun Kafe di Atas Makam Sahabat Rasullulah

Reporter : Sandy Mahaputra
Jumat, 7 Agustus 2015 09:45
Israel Bangun Kafe di Atas Makam Sahabat Rasullulah
Ini bagian dari rencana Israel untuk menghancurkan segala sesuatu yang berhubungan dengan sejarah Islam di Yerusalem.

Dream - Pembukaan sebuah kafe yang dibangun di atas pemakaman Islam di Yerusalem telah memicu kecaman dan kemarahan dari umat Islam.

Aqsa Foundation for Endowment and Heritage, sebuah badan wakaf setempat, mengatakan pembangunan di atas makam Islam itu adalah bagian dari rencana Israel untuk menghancurkan segala sesuatu yang berhubungan dengan sejarah Islam di wilayah tersebut.

Independence Garden, sebuah kafe yang menjadi cabang dari Landwer Cafe, dibangun di atas tanah yang sebagian terletak di antara Yerusalem Timur -yang didominasi Arab- dan sebagian lainnya di Yerusalem Barat.

Al Jazeera melaporkan bahwa kawasan pemakaman tersebut berubah menjadi taman. Selama berabad-abad, tanah tersebut adalah sebuah area pemakaman Islam bernama Maaman Allah.

Itu adalah makam muslim tertua dan terbesar di negara ini, dan diyakini menjadi makam bagi beberapa sahabat Nabi Muhammad SAW.

Pemakaman Maaman Allah memiliki makna sejarah dan agama karena menjadi makam bagi sejumlah tokoh Islam yang dihormati yang berpartisipasi dalam penaklukan Yerusalem pada abad ketujuh.

Pemilik restoran mengatakan ia tidak tahu ada makam di bawah kafe. Namun dia menolak untuk membuat komentar lebih lanjut.

" Ini bukan hanya masalah hilangnya pemakaman, yang membuat marah warga Palestina. Tetapi kafe tersebut menjual minuman beralkohol yang tentu merusak kesucian situs Islam tersebut," tulis laporan Al Jazeera dikutip Dream, Jumat 7 Agustus 2015.

Kafe ini hanya salah satu bagian dari rencana pembangunan 192 unit pemukiman yang termasuk sebuah hotel 480 kamar, pusat bisnis, tempat parkir dan fasilitas lain, surat kabar Haaretz melaporkan.

Konstruksi pembangunan kompleks pemukiman tersebut dimulai pada 2011. Tetapi setelah ditemukan sisa kerangka pejuang Muslim, beberapa organisasi Islam didukung warga Arab Israel, mengajukan permohonan ke Pengadilan Tinggi Kehakiman.

Pembangunan pun dihentikan tetapi kembali dilanjutkan setelah pengadilan akhirnya memberikan izin.

" Semua proyek ini sedang dibangun di atas tulang belulang pejuang Muslim. Dan pemakaman bersejarah tersebut seharusnya dilindungi oleh semua agama dan konvensi internasional," kata Amir Khatib, ketua Aqsa Foundation for Endowment and Heritage.

Beri Komentar