6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Dream - Puluhan wisatawan yang mengunjungi Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan masuk Islam. Keputusan itu diambil setelah mereka mengikuti dialog keagamaan yang digelar sebagai rangkaian dari Festival Belanja 2015 oleh Departemen Urusan Islam UEA.
" Dialog ini bertujuan meningkatkan pemahaman para pelaku perdagangan dan wisatawan, mengenai prinsip-prinsip dasar dan nilai-nilai Islam. Juga untuk menjawab pelbagai pertanyaan tentang hal itu, serta berusaha untuk memperbaiki kesalahpahaman mengenai Islam," ujar Ketua Departemen Urusan Islam dan Kegiatan Amal, Huda al Kaabi kepada The National, seperti dikutip dari onislam.net.
Berdasarkan data Kantor Urusan Islam, sebanyak 53 orang menyatakan masuk Islam selama gelaran festival yang berlangsung pada akhir Januari lalu. Para mualaf ini sebelumnya mengikuti program dialog antariman di Pusat Perbelanjaan Al Reef.
Dialog tersebut mengagendakan diskusi, ceramah dan pubiasi di beragam bahasa berbeda. Ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang kebudayaan Islam yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Usai mengikuti dialog ini, para mualaf tersebut kemudian memutuskan untuk tinggal di UEA. Hal ini bukan merupakan kejadian yang pertama kali ada di negara itu.
Pada tahun 2013, sebanyak lebih dari 2.115 orang menjadi mualaf dan tinggal di UEA. Jumlah ini paling tinggi dibandingkan dengan peningkatan jumlah mualaf dalam kurun waktu empat terakhir.
Pada tahun 2009, jumlah mualaf di UEA sebanyak 1.059 orang, meningkat menjadi 1.500 orang. Jumlah itu mengalami penurunan menjadi 1.380 orang pada tahun 2011, kemudian kembali naik menjadi 1.907 orang.
Mereka memutuskan menjadi mualaf karena tertarik dengan ajaran Islam yang menonjolkan belas kasih antarsesama manusia. Selain itu, ajaran Islam mengenai kesetaraan kedudukan manusia juga menjadi alasan mereka untuk memeluk Islam. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
