An Nawier: Masjid Peninggalan Keturunan Nabi di Pekojan

Reporter : Eko Huda S
Jumat, 3 Oktober 2014 07:02
An Nawier: Masjid Peninggalan Keturunan Nabi di Pekojan
Masjid ini didirikan pada tahun 1760 oleh Sayid Abdullah bin Husein Alaydrus dari Hadramaut, yang diyakini sebagai keturunan Nabi Muhammad, dari putrinya Fatimah dan Ali.

Dream - Masjid ini lebih dikenal dengan nama Masjid Pekojan. Letaknya di Jalan Raya Pekojan, Kampung Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Di tengah perkampungan padat.

Masjid ini didirikan pada tahun 1760 oleh Sayid Abdullah bin Husein Alaydrus dari Hadramaut, yang diyakini sebagai keturunan Nabi Muhammad, dari putrinya Fatimah dan Ali.

Masjid An Nawier dikelilingi pagar tembok dan besi dengan pintu masuk halaman di selatan dan barat laut. Luas tanah 2.470 meter persegi dan luas bangunan 1.500 meter persegi. Pondasinya setinggi setinggi 80 sentimeter.

Masjid menghadap ke selatan dengan empat buah pintu masuk ke ruang utama. Denah ruang utama seperti huruf " L" seluas 1.170 meter persegi, terbagi utara dan selatan. Pada ruang utama terdapat tiang-tiang, mihrab, dan mimbar. Bagian utara, selatan, dan timur masjid terdapat serambi.

Di bagian dalam, terdapat 33 tiang. Sementara bagian atapnya terdiri atas empat buah atap limasan yang tertutup genteng, masing-masing dua buah di utara dan di selatan. Bangunan lainnya yaitu gudang dan kolam.

Yang menonjol dari masjid ini adalah menara setinggi 17 meter yang dibangun pada abad ke-19. Menara yang hingga kini masih berdiri kokoh itu menonjol, seolah muncul dari ruang utama, yang batang tubuhnya dapat dibagi tiga dan menunjukkan gaya Handramaut yang kuat.

Masjid Pekojan mengalami dua kali pemugaran. Pemugaran pertama dilakukan oleh Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta pada tahun 1970-1971. Pada tahap ini dilakukan pemasangan porselen pada bagian bawah dinding masjid, tempat wudhu, dan tiang-tiang yang berada di dalam Masjid.

Tahap ke dua dilakukan oleh Proyek Pelestarian dan Pemanfaatan Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jakarta, mulai tahun 1991 hingga 1992. Pemugaran tahap ini meliputi pemasangan tegel pada serambi timur dan utara serta pemugaran kolam.

Sumber: www.jakarta.go.id

Beri Komentar
Reaksi Mainaka yang Bikin Nia Ramadhani Menangis