Menengok Makam Imam Syafi'i

Reporter : Puri Yuanita
Jumat, 21 Agustus 2015 09:25
Menengok Makam Imam Syafi'i
Dari luar, kompleks pemakaman dan Masjid Imam Syafi'i tampak begitu memikat. Terlebih dilatari indahnya pemandangan Sungai Nil di sebelah baratnya.

Dream - Umat muslim tentu sudah tak asing lagi dengan nama Imam Syafi'i. Beliaulah yang menciptakan Mazhab Syafi'i yang hingga kini digunakan sebagai 'pegangan' mayoritas umat Islam Sunni.

Imam Syafi'i juga merupakan salah satu orang yang diberkahi kemuliaan akhlak dan kecerdasan yang mengagumkan karena masih memiliki garis keturunan Rasulullah SAW.

Ia termasuk dalam golongan Bani Muththalib, yakni keturunan dari Al-Muththalib, saudara dari Hasyim, yang merupakan kakek Nabi Muhammad SAW.

Diriwayatkan, sepanjang hidupnya Imam Syafi'i melakukan perjalanan menuntut ilmu ke berbagai wilayah di Timur Tengah. Pengembaraannya berakhir pada tahun 204 Hijriah (820 Masehi) di Mesir.

Imam Syafi'i wafat di Mesir, tepatnya di Kota Al-Qarafah Ash-Shugra. Di kota ini pula sang pendiri mazhab dimakamkan. Tak lama setelah ia wafat, masyarakat Mesir membuatkan sebuah makam.

Seiring berjalannya waktu, makam Imam Syafi'i mengalami berkali-kali pemugaran. Hingga pada masa Dinasti Ayyubiyah tahun 609 Hijriah (1212 Masehi), makam ini dipugar secara besar-besaran, dibangun kembali dan dilengkapi dengan sebuah masjid besar berkubah indah yang diberi nama Masjid Imam Syafi'i.

Perkembangan terus terjadi pada makam ini. Hingga pada tahun 803 Hijriah (1410 Masehi), Sultan Barquq yang berkuasa di Mesir kala itu merenovasi kompleks pemakaman dan Masjid Imam Syafi'i dengan menambahkan berbagai bangunan seperti madrasah, tempat bagi sang sultan, serta tempat pertemuan para penguasa, pejabat dan ilmuwan.

Kompleks pemakaman tersebut pun masih berdiri kokoh dan menawan di Kota Kairo hingga kini. Dari luar, kompleks pemakaman dan Masjid Imam Syafi'i tampak begitu memikat. Terlebih dilatari indahnya pemandangan Sungai Nil di sebelah baratnya.

Sampai sekarang banyak wisatawan lokal maupun mancanegara datang ke tempat ini. Ada yang datang karena ingin berziarah ke makam sang imam. Namun adapula yang datang sekadar untuk menikmati keindahan arsitektur bangunan.

Beri Komentar