Mengenal Suku-suku Terunik Indonesia

Reporter : Dwi Ratih
Kamis, 5 November 2015 06:01
Mengenal Suku-suku Terunik Indonesia
Festival yang rencananya digelar pada 21 November 2015 ini menawarkan berbagai sajian yang menarik.

Dream - Suku Bajo, merupakan salah satu suku di kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah yang memiliki kebiasaan unik. Selain dikenal sebagai nelayan tangguh, mereka juga merupakan suku pengembara yang menjalankan kehidupannya di atas air.

Bahkan suku Bajo disebut juga sebagai 'gypsi laut', karena mampu bertahan hidup di atas lautan. Hal itu merupakan tradisi dari nenek moyang yang dijaga turun-temurun selama ratusan tahun. Keunikan inilah yang membuat pemerintah setempat tertarik untuk mengadakan Festival Bajo Pasakayyang 2015.

Festival yang rencananya digelar pada 21 November 2015 ini menawarkan berbagai sajian yang menarik. Rencananya, acara yang dipusatkan di Kaleorang, Bungku Selatan ini akan mengenalkan keindahan laut-laut pulau Sombori. Kemudian dilanjutkan dengan festival kuliner, yang menghidangkan 50 makanan khas suku Bajo.

" Dengan Festival Bajo Pasakayyang ini diharapkan dapat menjadikan Morowali sebagai venue event bahari internasional, yang nantinya akan digelar rutin setiap tahun," ungkap S.U. Maruntduh, selaku Wakil Bupati Morowali.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali berharap kegiatan semacam ini dapat mengangkat perekonomian masyarakat di sekitar daerah Menui Kepulauan, Bungku Selatan dan Bungku Pesisir.

" Saya berharap ekonomi kerakyatan di daerah triangle ini dapat digerakkan," imbuhnya pada Rabu, 4 November 2015.

Selanjutnya, Pemkab Morowali juga berharap akan ada investasi yang masuk ke wilayahnya. Sehingga infrastruktur yang belum tergarap dengan baik segera dapat ditingkatkan. Terutama untuk memenuhi jumlah penginapan yang dirasa masih kurang, perbaikan dermaga dan bantuan kepada nelayan itu sendiri.

" Sejauh ini sudah ada perusahaan tambang yang bersedia memberikan bantuan pada fasilitas air," ujarnya saat dijumpai seusai jumpa pers di Hotel Puri Denpasar, Jakarta Selatan.

Sedangkan dari Kementerian Pariwisata, mengaku sangat mendukung acara ini. Rizki Handayani, selaku Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pasar Asia Tenggara, mengapresiasi langkah Pemkab Morowali yang terus berupaya memelihara tradisi leluhurnya.

" Di tengah kemajuan zaman, hal ini merupakan suatu kebanggan untuk memelihara tradisi suku Bajo yang berkarakter unik seperti ini," tutur Rizki.

Sehingga ia berharap pemkab akan banyak melibatkan masyarakat untuk mempersiapkan acara ini. Selain menjual cindera mata, Rizki juga berharap masyarakat diberikan pelatihan-pelatihan agar siap menerima kedatangan wisatawan domestik dan mancanegara. (Ism) 

Beri Komentar