Mengintip Gaya Liburan Raja Saudi

Reporter : Puri Yuanita
Selasa, 28 Juli 2015 14:44
Mengintip Gaya Liburan Raja Saudi
Gaya liburan Raja negara timur tengah yang satu ini selalu menjadi sorotan lantaran kemewahan dan keeksklusifannya.

Dream - Baru-baru ini Raja Salman dari Arab Saudi menyambangi Prancis untuk melakukan liburan selama 3 minggu. Seperti biasa, gaya liburan Raja negara timur tengah yang satu ini selalu menjadi sorotan lantaran kemewahan dan keeksklusifannya.

Namun, liburannya kali tak sekadar menjadi sorotan tapi juga menuai kontroversi dari berbagai pihak. Dilansir BBC News, Selasa 28 Juli 2015, sebagian warga Prancis kesal setelah sebuah pantai umum di negara itu ditutup karena akan digunakan Raja Salman untuk berlibur. Di kawasan itu pula Raja Salman menyewa sebuah villa eksklusif yang akan digunakan ia dan keluarganya beristirahat selama berada di Prancis.

Bertolak belakang dengan reaksi masyarakat Prancis, para pelaku bisnis justru menyambut baik kedatangan Raja Salman. Mereka berpendapat para bangsawan Arab mampu membawa keuntungan yang dibutuhkan oleh kawasan itu.

Ingin tahu seperti apa gaya liburan mewah Raja Saudi yang menuai kontroversi? Berikut ulasannya.

Kamar Menakjubkan
Sebagai kepala dari salah satu keluarga kerajaan terkaya di dunia, tentu tak aneh jika Raja Salman gemar menginap di tempat-tempat mewah. Demikian pula ketika berada di Prancis.

Sang Raja telah memesan sebuah villa super mewah di kawasan Vallauris. Villa tersebut terletak di antara bebatuan Riviera Prancis dan membentang beberapa ratus meter di sisi pesisir pantai yang indah.

Tempat tersebut akan menjadi rumah bagi keluarga dan kerabat Raja Salman selama tiga minggu ke depan. Untuk menyambut kedatangan Raja, telah dilakukan persiapan sejak beberapa waktu lalu. Sayangnya, dilaporkan bahwa penduduk setempat merasa terganggu akibat kesibukan dan aktivitas persiapan di kawasan tersebut.

Jaringan Transportasi 
Raja Salman dan rombongannya tiba di Bandara Nice, Prancis pada Sabtu dengan menggunakan dua pesawat pribadi yang dioperasikan Saudi Arabian Airlines. Iring-iringan mobil datang menyambut raja berusia 79 tahun itu dan para tamunya, sebelum akhirnya mengantar mereka ke kediaman pribadi sang raja. Sekitar 400 mobil mewah dengan jendela gelap telah mereka sewa untuk mengantarkan mereka berwisata ke pantai-pantai dan tempat-tempat menarik di Prancis.

1.000 Keluarga dan kerabat
Tak tanggung-tanggung Raja Salman memboyong sekitar 1.000 kerabat dekatnya untuk ikut berlibur di wilayah pesisir Prancis. Mereka terdiri dari rombongan keluarga, staf, hingga pejabat militer kerajaan. Orang-orang terdekat sang raja akan tinggal di villa pribadi, sedangkan 700 orang lainnya akan ditempatkan di hotel-hotel mewah di wilayah Cannes.

Mobil-mobil van polisi terlihat siap siaga di gerbang depan tempat tinggal sementara raja. Puluhan petugas dikerahkan untuk menjaga keamanan di sana. Sayangnya, beberapa penduduk setempat tidak suka dengan perhatian khusus yang diberikan kepada keluarga kerajaan itu. Sementara beberapa lainnya justru senang dapat mengakomodasi mereka.

Pantai-pantai pribadi
'Tuntutan' terbesar sang raja selama berlibur di prancis adalah pantai. Ia dan keluarganya ingin sekali melewatkan banyak waktu di pantai berpasir yang berada di La Mirandole dekat villa Vallauris. Saat hari-hari biasa, pantai ini banyak dipenuhi wisatawan yang datang berlibur dan berjemur.

Namun sementara ini, pantai tersebut harus ditutup untuk umum agar Raja Salman bisa menggunakannya tanpa diganggu. Warga umum bahkan dilarang masuk hingga radius 300 meter di sekitar villanya.

Hal inilah yang akhirnya 'memancing' kemarahan penduduk lokal. Lebih dari 100.000 orang telah menandatangani petisi menentang penutupan kawasan pantai itu. Tak hanya itu, Walikota Vallauris juga telah menyurati Presiden Francois Hollande untuk protes mengenai proyek pembangunan tanpa izin yang dilakukan di pesisir pantai, yakni pembangunan sebuah tiang beton untuk memasang lift temporer yang memudahkan akses bagi Raja Salman.

" Kami mengerti kebutuhan keamanan dan keuntungan yang dibawa mereka bagi negara. Namun tidak ada yang bisa membebaskan diri dari peraturan yang berlaku di tanah ini," ujar Walikota Vallauris, Michelle Salucki. (Ism)

Beri Komentar