Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Laut Mati (Daily Mail)
Dream - Keajaiban Laut Mati telah menarik pengunjung selama ribuan tahun. Mereka datang untuk mengalami sensasi mengapung di perairan asin dan mendapat manfaat kesehatan darinya.
Tapi hari demi hari, para ahli menemukan bahwa permukaan air Laut Mati terus menurun dengan rata-rata satu meter setiap tahun.
Penurunan ini diperkirakan disebabkan oleh lebih banyak air yang mengalir keluar dari dalam laut, daripada yang masuk ke dalamnya, melalui Sungai Yordan.
Pengukuran tinggi permukaan air Laut Mati pertama kali dilakukan pada 1927. Sejak itu ketinggian air dalam laut tersebut terus berkurang.
Pengawasan ketinggian air Laut Mati dilakukan oleh institut geologi Israel Limnological Research dengan menggunakan pelampung riset kecil yang mengapung di tengah-tengah laut. Pelampung tersebut berfungsi untuk mengukur kedalaman Laut Mati.
Dari penanda tinggi air yang berada dekat pantai Laut Mati di wilayah Ein Gedi, Israel, ditemukan bahwa ketinggian airnya telah turun lebih dari 40 meter sejak tahun 1950.
Rendahnya ketinggian air itu disebabkan oleh tidak seimbangnya air yang keluar dan yang masuk. Para ahli mengatakan telah terjadi pengurangan air besar-besaran yang mengalir ke dalam Laut Mati dari Sungai Yordan.
Hal ini mungkin disebabkan oleh kejenuhan air dalam tanah atau pemanfaatan air sungai untuk berbagai keperluan, termasuk irigasi di wilayah Yordania.
Penggunaan sumber daya air di wilayah tersebut sedang tinggi dan mempengaruhi Israel, Tepi Barat, Lebanon, Suriah, dan Yordania yang berbatasan dengan Laut Mati.
Laut Mati, atau yang dikenal sebagai Laut Asin, memisahkan Israel dan Yordania. Disebut demikian karena kandungan garam dalam Laut Mati sangat tinggi. Kandungan garamnya hampir 10 kali lebih banyak dari air laut umumnya. Hal ini menyebabkan ikan dan tanaman tidak bisa hidup di dalamnya.
Laut Mati bukan laut yang sebenarnya. Laut ini adalah sebuah danau luas yang membujur di daerah antara Israel, Daerah Otoritas Palestina dan Yordania.
Tinggi permukaan laut dan pantainya hanya 429 meter di bawah permukaan laut, sehingga menjadi elevasi terendah di permukaan Bumi.
Dengan kedalaman air mencapai 304 meter, Laut Mati menjadi danau air asin terdalam di dunia. (Ism)
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?