Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Penderita Tuna Rungu Mendengar Suara Untuk Pertama Kalinya (Dailymail.co.uk)
Dream - Tak ada hal paling diinginkan para penderita tuna rungu selain bisa mendengarkan suara. Momen berharga inilah yang menghampiri tiga orang penderita tuna rungu.
Untuk pertama kali sepanjang hidupnya, ketiga orang ini bisa mendengarkan suara anggota keluarganya. Tangis haru membuncah di momen menggembirakan ini.
Sebuah video yang diunggah perusahaan streaming Spotify dan pembuat alat bantu dengar Starkey Hearing Foundation menangkap momen mengharukan pria dan wanita penderita tuna rungu dari Puerto Princesa, Filipina.
Daerah ini memang terkenal sebagai kawasan yang penuh keluarga miskin.
Dalam video berdurasi empat menit tersebut, menggambarkan keseharian para penderita tuna rungu. Mereka menjelaskan bagaimana ketidakmampuan mendengar mereka berpengaruh pada kehidupan dan keluarganya.
Eugene, seorang sopir berusia 28 tahun, mengaku kehilangan pendengarannya ketika terserang panas tinggi ketika kecil. Tak ingin kehilangan anaknya, sang ibu memutuskan memasukan anaknya ke dalam bak berisi air dingin kala kecil. Tak disangka, tindakannya ini justru membuat Eugene kehilangan kemampuan mendengar.
"Eugene adalah pemberian dari Tuhan," ujar sang ibu seperti dikutip laman Dailymail.co.uk, Minggu, 24 Mei 2015. "Dia selalu berusaha menolong orang lain."
Sementara itu, Isagani seorang ayah dari tiga anak berharap alat bantu dengat bisa mewujudkan mimpinya mendengarkan alunan musik dari anaknya yang berprofesi sebagai musisi. Tak ada yang diinginkannya selain mendengarkan anaknya memainkan instrumen musik.
Penderita lain adalah Jessa Mae, putri nelayan berusia 16 tahun. Selama hidupnya hanya keheningan yang dilihatnya.
Kini impian mereka terwujud. Keinginan mendengarkan suara alam menjadi kenyataan.
Ketika alat bantu dengar terpasang di telinganya, mereka begitu takjub dengan cara alat tersebut bekerja.
Titik air mata tak kuasa ditahan Jessa. Untuk pertama kalinya dia bisa mendengar suara sang ibu memanggilnya. Sementara Eugene dan Isagani tak bisa menyembunyikan senyum bahagia dari wajahnya. (ism)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya


Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking