Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Samia El-Alaoui Talibi, Ustazah Di Penjara Perancis (tempsreel.nouvelobs.com)
Dream - Samia el-Alaoui Talibi telah 13 tahun menjadi ustazah di penjara Perancis. Pelbagai pengalaman bekerja menjadi pendamping kerohanian para narapidana Muslimah telah dia alami.
Kisahnya bermula pada 15 tahun lalu. Dia mendapat tawaran dari biarawati Katolik yang juga bekerja di penjara tersebut melalui suaminya.
" Lima belas tahun yang lalu, Irene, biarawati Katolik, mendatangi suami saya untuk meminta bantuan," ujar Samia kepada World Crunch, dikutip dari onislam.net, Jumat, 22 Mei 2015.
Hal ini lantaran Irene tidak bisa membantu para narapidana Muslimah. Mereka ingin mendoakan orangtuanya dengan cara Islam.
" Beberapa narapidana Muslimah ingin mendoakan orangtuanya, tetapi dengan cara Islam. Saya teringat ibu saya yang telah meninggal beberapa tahun sebelumnya, sehingga saya mau membantu mereka," katanya.
Samia lahir di Maroko dan tumbuh di tengah keluarga yang religius. Kakeknya seorang imam dan ibunya merupakan hafizah sejak berusia 9 tahun.
Pada 1982, Samia menikah dengan guru matematika Imam Meulay el-Hasan el-Alaoui Talibi. Suaminya juga merupakan seorang ustaz di penjara Perancis bagi narapidana Muslim.
Sebagai ustazah, Samia harus berjuang mendampingi para narapidana Muslimah untuk memulihkan kepercayaan diri mereka. Meski berupah rendah sekitar 287 euro, setara Rp4,2 juta, dia menjalani pekerjaannya dengan ikhlas.
" Tidak masalah, kami hidup mengharap ridho Allah," katanya.
Penjara Perancis memiliki 183 ustaz dan ustazah. Perdana Menteri Manuel Valls berencana untuk menambah 60 tenaga ustaz dan ustazah untuk menghalau radikalisme di penjara. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya