Keikhlasan Guru Maman, Berstatus Honorer Selama 38 Tahun

Reporter : Amrikh Palupi
Senin, 18 Mei 2015 06:35
Keikhlasan Guru Maman, Berstatus Honorer Selama 38 Tahun
Guru Maman kini berusia 75 tahun. Hingga saat ini, ia tetap menjadi guru tidak tetap atau honorer.

Dream - Usia Maman Supratman tidak lagi muda, 75 tahun. Di usia tersebut, lazimnya seseorang sudah pensiun dari profesinya.

Hal itu tidak berlaku bagi Maman. Meski sudah berusia lanjut, Maman tetap ikhlas dan bersemangat menjadi guru mata pelajaran kesenian dan mengajar ketrampilan bermain angklung di SMP 17 Bekasi.

Kisah keikhlasan Maman tersebar di media sosial. Kabar ini sampai juga ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, hingga akhirnya sang menteri berinisiatif menemui sendiri Maman.

Maman menceritakan, Anies begitu kagum dengan Maman. Tetapi, ia pun bertanya kenapa sekian lama Maman menjadi guru tidak juga diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil.

" Pak Anies bilang ketangguhan bapak sekian waktu menjadi guru honorer nggak diangkat. Saya sudah pernah mengajukan dulu tiga kali tapi tidak diangkat," ujar Maman ketika berbincang dengan Dream.co.id.

Maman mengatakan ia bisa menerima kondisinya sebagai guru honorer. Ia tidak terlalu memusingkan status kepegawaiannya.

" Buat saya, jadi guru honorer tidak apa-apa, selama saya masih hidup dan bisa mendedikasikan pengabdian saya menjadi guru," kata dia.

Ia kemudian bercerita, mulai menjadi guru pada 1977. 38 Tahun lalu, ia sudah berusia 37 tahun, sedangkan untuk bisa diangkat sebagai PNS harus memenuhi syarat usia maksimal 35 tahun.

" Saya karena kepentok dengan umur saya. Dulu juga ada pemutihan, tapi saya tidak sampai karena umur saya sudah tidak bisa," ungkap dia.

Saat ini, Maman mengajar di dua sekolah yaitu SMP 17 Bekasi dan SMP PGRI. Ia mengaku upah yang diterimanya selama mengajar kesenian tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, meski pada akhirnya Maman harus pandai mengatur keuangan

" Ya dicukup-cukupin saja. Kalau di sini (SMP 17 Bekasi) dapat sebulan Rp1,5 juta. Kalau ada ulangan-ulangan ada tambahan sedikit. Kalau di SMP PGRI kurang lebih dapat Rp1 juta," ucap dia.

Meski demikian, Maman mengaku bersyukur kebutuhan keluarga bisa terpenuhi. Peran sang istri juga turut membantu menopang perekonomian keluarganya.

" Istri saya membuka kantin di SMP 6 Bekasi. Jadi, Alhamdulillah. Ya, dicukup-cukupin saja, walaupun tidak banyak, saya bersyukur," terang dia.

Kini, ia pun tidak lagi punya harapan untuk bisa diangkat menjadi PNS. Ia hanya berharap ada tunjangan akhir pensiunan.

" Saya berharap ada tunjangan pensiun, itupun kalau ada. Kalau ada yang memperjuangkan, lebih ke tunjangan pas pensiun. Kalau PNS, sudah nggak," tuturnya. (Ism) 

Beri Komentar