Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Hair Museum, Turki (http://www.reflectionsenroute.com/)
Dream - Di kota Cappadocia, Turki ada satu pusat pertokoan yang mencuri perhatian para wisatawan. Avanos, pusat perdagangan gerabah paling terkenal di Turki. Kerajinan tangan gerabah banyak diperjualbelikan di toko-toko yang berjajar di sana. Salah satunya adalah toko bernama Galip.
Toko ini adalah kepunyaan seorang warga bernama Chez Galip. Yang menarik, toko ini tak hanya menjual kerajinan gerabah namun di bawah tumpukan dagangannya terdapat sebuah lorong tersembunyi yang misterius.
Lorong yang menyerupai gua ini dipenuhi dengan potongan rambut yang menjuntai dari dinding-dindingnya. Usut punya usut, rambut-rambut itu didapat dari para wanita yang pernah berkunjung ke toko gerabahnya.
Seluruh permukaan lorong mulai dari atap hingga dinding dipenuhi dengan helaian rambut yang terurai ke bawah dengan corak warna berbeda-beda. Tempat ini kemudian dikenal sebagai Hair Museum atau Museum Rambut.
Dilansir dari Oddity Central, Galip telah membangun Hair Museum sejak 30 tahun lalu. Ide ini bermula ketika sahabat wanitanya hendak meninggalkan Avanos. Kemudian wanita itu memberikan sedikit potongan rambutnya sebagai kenang-kenangan.
Setelah itu, ia terdorong untuk terus mengoleksi potongan rambut dari para wanita yang berkunjung ke tokonya. Hingga kini telah terkumpul lebih dari 16.000 untai rambut.
Rambut-rambut tersebut tak hanya ia tempelkan pada dinding lorong. Namun beberapa di antaranya ia tata dengan rapi dalam sebuah pigura dengan beragam pola.
Seluruh rambut yang ada di museum ini juga disertai dengan kertas yang bertuliskan nama pemilik, serta nomor telepon yang bisa dihubungi.
Setiap dua kali dalam setahun, Galip akan mengajak pelanggan pertama yang mengunjungi tokonya untuk diajak tur keliling museum rambut dan meminta mereka untuk memilih 10 rambut secara acak.
Pemilik sepuluh rambut yang beruntung, akan menerima hadiah liburan selama seminggu menikmati keindahan Cappadocia dan mendapatkan pembelajaran tentang gerabah secara gratis. (Ism)
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi