Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
AR Baswedan
Dream - Abdur Rahman (AR) Baswedan merupakan sosok begitu penting dalam catatan sejarah berdirinya Republik Indonesia. Dia merupakan saksi pengakuan Pemerintah Mesir terhadap kemerdekaan Indonesia.
Di hadapan AR Baswedan dan Agus Salim, nota pengakuan itu ditandatangani. Tetapi, sejarah kemudian seakan melupakan nama negarawan ulung ini.
Sang cucu, Anies Baswedan punya kenangan sendiri pada sosok kakeknya. Ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Anies kerap melihat kakeknya didatangi beberapa orang untuk bercengkerama.
Tetapi, dia tidak tahu siapa mereka. Anies baru mengetahui mereka adalah beberapa tokoh besar Indonesia yaitu Romo Mangunwijaya, WS Rendra, dan Abdurrahman Wahid.
" Sewaktu kecil mereka sering sekali mengobrol dengan kakek," ujar Anies beberapa waktu lalu.
Bagi Anies, AR Baswedan merupakan sosok hangat. Dia kerap diajak sang kakek berjalan-jalan. " Jika jalan-jalan kakek selalu menyapa siapapun yang dia lewati," ungkap Anies.
Anies pun menangkap kesan kakeknya tidak pernah mengenal istilah sungkan. AR Baswedan kerap memberikan bantuan bagi orang yang membutuhkan, sehingga begitu dikenal oleh warga sekitar.
" Bahkan sewaktu pindah ke Jakarta, kakek yang mengontrak di rumah teman, dikenal hampir oleh seluruh warga kampung," jelasnya.
Selain itu, kata Anies, AR Baswedan memiliki pikiran yang terbuka dan suka berdiskusi dengan orang lain. Keramahan itu membuat rumahnya sering didatangi banyak orang hanya untuk berdiskusi, bahkan ada yang sampai membawa alat perekam suara.
" Soalnya kakek kalau sudah berdiskusi itu lama," ungkap Anies.
Satu hal yang paling dikenang Anies adalah ketika AR memintanya mengetik sebuah artikel. Kala itu, Anies masih kelas VI SD.
Anies hanya diperintahkan mengetik perkataan yang diucapkan AR Baswedan. Tetapi, di akhir artikel kakeknya meminta Anies mengetik keterangan bahwa tulisan tersebut adalah hasil ketikannya.
" Artikel ini saya diktekan pada Anies. Jika ada ketikannya, ada yang tebal dan ada yang tipis, itu salah cucu saya," ungkap Anies menirukan ucapan sang kakek.
(Laporan: Maulana Kautsar)
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes