6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
(OnIslam.net)
Dream - Jason Leger, warga Phoenix, AS ikut ambil bagian dalam demo pada Jumat lalu memprotes Islam di luar Masjid Phoenix.
Namun dia tidak membayangkan bahwa dia keluar dari masjid tersebut sebagai orang baru dengan pandangan baru tentang Islam, agama yang paling dibencinya.
" Untuk menghormati orang-orang Islam, mengetahui apa yang saya tahu sekarang, karena saya telah berdiskusi dengan mereka dan berbicara kepada mereka. Saya tidak akan melakukannya lagi karena saya tidak ingin menyinggung atau menyakiti orang-orang ini," kata Leger kepada Fox News dikutip Dream dari OnIslam.net, Kamis 4 Juni 2015.
Pada Jumat lalu, sekitar 200 orang bersepeda berkumpul di depan Pusat Komunitas Islam di Phoenix untuk menghadiri acara menggambar kartun Nabi Muhammad. Acara ini diselenggarakan oleh seorang veteran Perang Irak, Jon Ritzheimer.
Bersama dengan pamannya, Paul, Leger mengenakan t-shirt dengan tulisan dan gambar yang melecehkan Islam dalam demo tersebut.
Mendapat kesempatan berbicara dengan kelompok Muslim yang sedang menjalankan saalat Jumat, Leger akhirnya menyadari kesalahannya.
" Ketika saya masuk ke masjid, duduk dan mendengarkan mereka, saya melihat hal-hal yang indah. Mereka menjawab semua pertanyaan yang saya ajukan dengan jelas dan masuk akal," katanya.
Setelah selesai salat Jumat, Leger dan pamannya kembali diundang untuk masuk ke dalam masjid.
" Kita harus membiarkan orang memakai apa yang mereka inginkan, mengatakan apa yang mereka inginkan," kata Leger.
" Saya merasa bahwa saya dan beberapa orang-orang seperti paman saya, dan orang-orang Muslim, meluangkan waktu untuk berbicara satu sama lain, merasa bahwa kita mengubah pikiran beberapa orang, dan mereka mengubah pikiran saya."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
