Swiss Tolak Larangan Memakai Hijab

Reporter : Sandy Mahaputra
Sabtu, 15 November 2014 08:04
Swiss Tolak Larangan Memakai Hijab
Larangan memakai hijab telah bertentangan dengan kebebasan agama yang dilindungi UU federal serta Konvensi HAM Eropa.

Dream - Pengadilan di Swiss menolak larangan memakai hijab yang sebelumnya dikeluarkan sebuah sekolah di timur laut Saint Gallen. Pengadilan menganggap larangan yang dikenakan kepada gadis muslim 13 tahun itu tidak adil.

Pengadilan menyebut larangan memakai hijab itu sebagai tidak pantas, Locahl.ch melaporkan pada Sabtu, 15 November, mengutip kantor berita SDA.

Pengadilan menambahkan setuju dengan pendapat pengacara gadis tersebut, yang melihat larangan memakai hijab telah bertentangan dengan kebebasan agama yang dilindungi UU federal dan pemerintah daerah atau kanton Saint Gallen, serta Konvensi HAM Eropa.

Disebutkan juga, tidak ada bukti yang mengatakan memakai hijab akan menyebabkan berbagai masalah di sekolah tersebut atau mempengaruhi pembauran gadis itu di kelas.

Pengadilan akan setuju dengan larangan memakai hijab jika memang itu menjadi ancaman yang serius bagi kedamaian agama di Swiss.

Sementara itu, di hari yang sama, kanton Ticino telah mengeluarkan UU yang melarang warganya memakai cadar seperti niqab atau burqa.

" Kami akan menyetujui aturan tersebut karena kedamaian sangat penting," kata Hisham Maizar, pemimpin kelompok muslim di Swiss.

UU di Ticino itu tidak berlaku bagi muslimah yang memakai kerudung atau hijab.

Ini adalah yang pertama di Swiss sebuah UU larangan memakai cadar disahkan di sebuah kantor. Upaya sebelumnya untuk mengesahkan larangan memakai cadar di tempat umum ditolak oleh Parlemen Swiss pada 2012. 

Beberapa negara Eropa seperti Perancis, Belgia dan Belanda telah melarang cadar secara nasional. (Ism)

Beri Komentar