8 Perpustakaan `Pelangi` untuk Murid-murid di Flores

Reporter : Puri Yuanita
Jumat, 23 Oktober 2015 19:25
8 Perpustakaan `Pelangi` untuk Murid-murid di Flores
Taman Bacaan Pelangi terketuk untuk menumbuhkan minat baca pada anak-anak Indonesia.

Dream - Data yang dikeluarkan UNESCO pada 2011 silam menunjukkan budaya membaca di Indonesia masih sangat rendah. Bahkan dari 1000 anak, hanya ada satu yang mempunyai hobi membaca. Hal ini lah yang membuat Taman Bacaan Pelangi terketuk untuk menumbuhkan minat baca pada anak-anak Indonesia.

Bersama organisasi internasional Room to Read sang pencetus ide, Nila Tanzil meresmikan delapan perpustakan baru di beberapa sekolah dasar di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

" Indonesia timur dipilih karena tingkat pemahaman membaca paling rendah dibandingkan daerah lain," ungkap Nila. 

Sedangkan sekolah yang mendapatkan kesempatan tersebut, antara lain SDI Kondas, SDI Wae Nakeng, SDI Marombok, SDI Nggorang, SDI Tondong Raja dan Labuhan Bajo. Untuk jumlah bukunya sendiri mencapai 13.636 buah yang diperuntukkan bagi 2400 siswa.

Kriteria sekolah dipilih berdasarkan proses seleksi yang dibantu dinas pendidikan setempat. Perpustakaan sekolah yang terbengkalai, ditambah dengan jumlah murid yang lebih dari 100 orang menjadi prioritas utama untuk menerima sumbangan.

" Tapi harus memiliki pustakawan juga. Jadi mereka siap berkomitmen menghidupakan perusahaan menjadi tempat yang menyenangkan untuk membaca," imbuh Nila di kawasan Jakarta Pusat.

Dijelaskan Nila jika prosedur peminjaman buku sekarang mengikuti sistem yang telah diterapkan Room to Read. Caranya dengan memisahkan koleksi berdasarkan tingkat kemampuan membaca anak-anak. Kemudian sistem manajemen perpustakaan yang seperti ini mereka namakan sebagai Perpustakaan Ramah Anak.

" Sebelumnya kami pisah berdasarkan genre, tapi tidak efektif. Terus kami rubah dengan mengategorikan buku berdasarkan kerumitan isinya," ungkapnya melengkapi.

Pihak sekolah juga harus berkomitmen untuk menjalankan jam perpustakaan, di mana setiap kelas diwajibkan meluangkan waktu setiap satu jam di perpustakaan setiap pekannya. Masing-masing guru kelas juga wajib mengadakan kegiatan di jam perpustakaan.

(Ism, Laporan: Ratih Wulan)

 

Beri Komentar