Ilustrasi
Dream - Penjualan alat yang mengeluarkan bacaan ayat-ayat suci Alquran, yang banyak digunakan saat mengunjungi makam mendapat reaksi negatif dari kalangan tokoh agama Malaysia.
Dua mufti negeri berpendapat, alat bacaan surah Yasin serta tahlil otomatis di pemakaman yang menggunakan tenaga surya itu menjurus kepada perbuatan yang tidak dianjurkan dalam Islam.
Mufti-mufti tersebut menegaskan, sebaik-baik doa untuk orangtua yang sudah meninggal adalah datangnya dari anak-anak mereka sendiri, terutama setelah selesai menunaikan salat.
Mufti Negeri Perak, Tan Sri Harussani Zakaria menggambarkan alat semacam itu sebagai 'sesat' serta bidah dan meminta mereka yang menjalankan bisnis tersebut di situs-situs sosial supaya menghentikan penjualannya.
" Orang juga janganlah terpengaruh dengan alat-alat seperti ini karena sangat jelas menjurus ke praktik bidah," kata Harussani dikutip Dream.co.id dari laman Utusan Online, Minggu 8 Maret 2015.
Dia mengomentari penjualan alat 'Player MP3 Bacaan Quran 24 Jam' di situs Facebook yang dapat digunakan pada tujuh hari pertama.
Setelah itu player tersebut akan membaca tahlil otomatis pada hari ke-40 dan hari ke-100 serta pada setiap tahun tanggal kematian seseorang.
Menurut salah seorang penjual alat itu di Facebook, Muntazir Masrallah, dengan menggunakan alat tersebut, akan 'menghemat uang, tidak perlu membayar orang membaca Alquran dan tahlil serta tidak perlu membuat kenduri'.
Sementara itu, Mufti Selangor, Datuk Mohd. Tamyes Abd. Wahid berpendapat, penjualan alat semacam itu dengan alasan untuk 'meramaikan' kuburan almarhum sebagai 'tidak sesuai dalam Islam'.
Menurutnya, alat seperti itu juga tidak sejalan dengan firman Allah yaitu: " Berdoalah kamu kepada-Ku niscaya Aku perkenankan doa permohonan kamu" .
" Kalau hanya menggantungkan doa kepada kaset atau rekaman, apalagi melibatkan kematian, memang ini tidak sesuai dengan Islam," kata dia.
Advertisement

JK: Dalam Dunia Hari Ini, Lebih Berbahaya Kekurangan Listrik Ketimbang Kekurangan Beras

Jusuf Kalla Ajak Dekan Teknik Makassar Pelajari Industri Teknologi Langsung di China

SBY Bicara Pemerintahan di Endgame Town Hall: Saya Tak Pernah Berselingkuh dengan Konstitusi

Hari Ozon Sedunia, Ketahui Fakta Penting Lapisan Pelindung Bumi


5 Kebiasaan Malam yang Disarankan Pakar agar Bisa Hidup Lebih Panjang

Social Contagion: Mengapa Tren Memakai Parfum Bisa Ikut Menyebar di Kalangan Anak SD?

Jusuf Kalla Ajak Dekan Teknik Makassar Pelajari Industri Teknologi Langsung di China


Menerka Alasan Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar di Tengah Kasus Suap HGB

Cara Mengurangi Kebiasaan Ngiler Saat Tidur: 6 Langkah yang Bisa Dicoba

9 Kebiasaan dalam Hubungan yang Sering Dikira Toxic, Padahal Bisa Berdampak Positif