Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Alin Rizkiana)
Dream - Keputusan mengubah penampilan dengan berhijab bisa datang kapan dan terinspirasi dari siapa saja.
Alin Rizkiana, gadis kelahiran Tangerang, 22 Juli 1992 yang merupakan Sahabat Dream mengirimkan cerita mengenai #KataHati awal mula berhijabnya.
Berkali-kali `teguran` agar segera berhijab sebetulnya menyambangi wanita in. Namun Alin tak menggubrisnya. Seiring waktu berjalan, hatinya luluh. Dia mantap dan berniat untuk menutupi seluruh aurat hingga akhir hayatnya.
Yuk simak cerita lengkapnya di sini.
" Hatiku terketuk pertama kali saat melihat sebuah foto wanita dengan memakai hijab. Aku tak mengenalnya, tetapi ketika aku melihat foto itu, entah kenapa wanita itu terlihat sangat anggun dan damai.
Aku pun terinspirasi untuk mengenakan hijab saat kelas lima Sekolah Dasar (SD), saat itu aku masih memakai hijab asal dengan baju berlengan dan rok pendek.
Meski hanya memakai saat di sekolah, Alhamdulillah aku merasa sangat nyaman.
Namun menginjak tahun pertama di Sekolah Menengah Pertama (SMP), ibuku terlanjur membeli baju seragam lengan pendek, aku pun sempat marah-marah karena tidak bisa mengenakan hijab di sekolah.
Alhasil aku tidak mengenakan hijab saat SMP.
Ketika Sekolah Menengah Atas (SMA) aku senang bisa memakai hijab saat di sekolah, Allah menegurku melalui kakak ku, dia mengeluh padaku kenapa aku hanya memakai hijab saat di sekolah saja.
Meski perkataan kakak ku membuat sakit hati, tapi aku sadar dan akhirnya memutuskan untuk mengenakan hijab bukan saat di sekolah saja tetapi kemana pun aku pergi.
Teguran Allah kembali datang saat aku menginjak semester delapan, kali ini melalui seorang laki-laki yang aku temui di sebuah komunitas film Islami.
Aku bertemu dengannya saat acara buka puasa bersama dan langsung menaruh hati pada lelaki itu. Awalnya aku berusaha berubah untuk mendapatkan hati laki-laki itu saja, cibiran orang sekitar yang menganggu membuat hatiku aku sempat merasa kesal.
Tapi teguran itu membuat aku benar-benar ikhlas untuk mengenakan hijab yang lebih tertutup selamanya. Aku tak peduli hanya menganggap itu semua ujian agar lebih yakin pada Allah kalau perintah berhijab itu sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada kaum wanita."
--
Ini #KataHati Alin dalam memutuskan untuk berhijab. Apa #KataHati mu ketika memutuskan untuk berhijab?
Kirimkan cerita pengalaman pertama kali berhijab dengan tagar #KataHati ke komunitas@dream.co.id dengan memberikan foto berkualitas tinggi (high resolution)
sekarang juga! Cerita kamu akan ditayangkan di Dream.co.id.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya