Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Ilustrasi Air Minum (Shutterstock.com)
Dream - Air bersih menjadi kebutuhan masyarakat yang sangat penting. Sayangnya, akses akan air bersih belum sepenuhnya dimiliki semua masyarakat.
Data Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat sekitar 2,2 miliar orang, atau 1 dari 3 orang di dunia, tidak memiliki akses air minum yang aman. Padahal, kebutuhan air minum tidak dapat digantikan.
Menyadari hal itu, Danone Communities berinvestasi pada Nazava, perusahaan sosial yang memiliki misi menyediakan air minum aman dan terjangkau bagi siapapun dan di manapun. Perusahaan ini memproduksi dan menjual saringan berkualitas tinggi untuk penyediaan air minum bagi keluarga.
" Kami sangat menyambut baik kehadiran Nazava dalam portofolio Danone Communities Water," ujar Business Development Waters Director Danone Communities, Valerie Mazon.
Mazon menilai Navaza punya inovasi yang memadai untuk menjangkau konsumen melalui jaringan Lembaga Keuangan Mikro. Hal ini dapat membantu semakin banyak masyarakat membeli penyaring air rumah tangga melalui skema cicilan yang terjangkau.
" Hal ini juga menjadi model keuangan hybrid, dengan menjual kredit karbon berkat pengurangan CO2," kata dia.
Didirikan di Indonesia pada 2009 oleh dua warga negara Belanda, Guido van Hofwegen dan Lieselotte Heederik, Nazava menyediakan air minum bagi lebih dari 450 ribu orang berpenghasilan rendah. Perusahaan ini menargetkan dapat menjangkau 2 juta orang di 2024.
Indonesia menjadi negara dengan 72 persen dari total populasi menggunakan air sumur sebagai air minum. Sementara kurang lebih sekitar 26 ribu anak-anak meninggal dunia rata-rata per tahunnya karena diare akibat mengkonsumsi air minum yang terkontaminasi.
Nazava telah mengembangkan model yang inovatif melalui kerja sama dengan perguruan tinggi lokal dan internasional, termasuk Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (UNPAD), dan Delft University, Belanda. Saringan air minum yang telah teruji secara global ini didesain agar aspiratif dan mudah digunakan.
Produk ini didistribusikan secara luas di Indonesia lewat jaringan penjualan Lembaga Keuangan Mikro (MFI), reseller, dan situs ecommerce.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol