Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
(Foto: Acara Hijabspeak, Menteng Square/Ratih Wulan)
Dream - Mengahadapi perkembangan dunia usaha yang makin marak, banyak muslimah kini tertarik mencoba peruntungan di bidang ini. Begitu pula dengan langkah komunitas Hijabspeak yang rutin menggelar talkshow tentang bisnis.
Dijelaskan Fikhanza, selaku pendiri Hijabspeak, komunitas ini telah berdiri sejak tiga tahun lalu. Hingga kini, komunitas yang terdiri dari para perempuan muda itu memiliki sekitar delapan ribu anggota di seluruh Indonesia.
Namun, untuk anggota aktif dan banyak berkontribusi saat kopi darat, hanya berkisar antara 300 orang yang berdomisili di Jakarta.
" Konsep komunitas ini berbagi sama empowerment bagaimana perempuan punya pengetahuan, kemampuan dan akhirnya mampu memberdayakan perempuan-perempuan di sekitarnya," ungkap Fikhanza saat ditemui di Apartemen Menteng Square, Jakarta pada Minggu, 13 Desember 2015.
Meski mengusung nama Hijabspeak, tapi komunitas yang berdiri pada September 2012 ini membuka kesempatan bagi perempuan non muslim yang ingin bergabung. Sehingga mampu menarik perhatian banyak orang untuk ikut memberikan sumbangsih.
" Dari semua kegiatan gathering dan talkshow kita manfaatkan sukarelawan dan jaringan. Ternyata banyak orang yang ingin berbagi ilmunya, lalu kita ajak ikut serta," imbuh Fikha.
Pada kesempatan tersebut, hadir tiga pembicara profesional yang aktif berkecimpung di dunia bisnis. Dibuka dengan kelas sharing bersama Robby Zidna Ilman, sebagai pendiri IDEAS Indonesia. Seorang entreprenuer muda yang berhasil menciptakan inovasi dengan menanam jamur tiram melalui metode growbox.
Ia berharap setiap orang dapat mengikuti jejaknya. Sehingga dapat memulai usaha yang dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungan di sekitarnya.
" Bagaimana memulai usaha yang ada kampanyenya. Misal dengan cara ini, kita bisa mulai peduli juga dengan makanan yang kita konsumsi," jelas Roby menambahkan.
Acara berlangsung cukup seru, dan cukup santai. Para peserta banyak diberi kesempatan untuk bertanya jawab hingga benar-benar menguasi topik yang sedang dibicarakan.
Tak lama kemudian, disambung materi mengenai digital consultant yang disampaikan oleh Sultan Isnainsyah, salah satu digital Marketing Manager F&S Creative, Former Digital Manager Zalora Indonesia.
Di mana semua peserta yang hadir diajak memahami metode pamasaran yang tepat sesuai dengan produk yang akan dijualnya. " Yang paling penting dilakukan adalah memahami pasar atau marketplace baru menentukan produk apa yang akan dijual," ungkapnya melengkapi.
Terakhir, Afif Chandra Kusuma, senior Art Director membagi ilmunya mengenai brand desainer. " Agar nantinya produk anda dari nothing jadi something dan customer itu loyal," pungkas Afif. (Ism
Advertisement

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga


Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula