Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Shutterstock)
Dream - Tiga bulan setelah peluncuran perdana, Learn Quran (LQ) Tafsir, sebuah mesin pencari khusus kandungan Qur’an asal Depok, berhasil menembus 303.242 pengunjung.
Tak hanya dari dalam negeri, situs tafsir online ini juga telah dikunjungi pengguna dari 68 negara, termasuk Malaysia, Amerika Serikat, Singapura, bahkan Swedia.
Bernaung di bawah Yayasan Learn Quran, LQ Tafsir ini juga membidik pasar muslim dunia.

Tepat pada tanggal 17 April 2018, versi berbahasa Inggris akhirnya resmi dirilis kepada publik. Pengunjung dari berbagai negara di belahan dunia ini juga muncul karena pencarian menggunakan kata kunci dengan bahasa Inggris sudah bisa dilakukan.
Bagi muslim yang tinggal di negara minoritas muslim, mendapatkan buku-buku tafsir tentu lebih sulit, sehingga mesin pencari tafsir Quran ini akan sangat membantu.
LQ Tafsir diinisiasi sebuah tim kecil berjumlah empat orang, Mohammad Sani, Denny Yusuf, Himmatul Aliyah, dan Asma Nabila, serta ditambah dua orang penasihat.
Alham Fikri Aji, ahli Artificial Intelligence lulusan University of Edinburgh yang pernah bekerja di Apple dan Google sebagai penasihat teknologi, serta seorang ustad muda lulusan LIPIA, Nur Fajri Romadhon, Lc. sebagai penasihat konten tafsir. Programmer muda yang juga mahasiswa S2 UI, Muhammad Angga turut bergabung di awal tahun 2018.
Sumber tafsir yang sudah dapat dinikmati pengunjung situs ini adalah Tafsir Ibnu Katsir, baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Tafsir-tafsir lainnya akan ditambahkan agar pengguna memperoleh kandungan tafsir yang lebih luas dan beragam, termasuk untuk versi Bahasa Indonesia.

Denny, ketua Yayasan Learn Quran, menyebutkan bahwa setelah peluncuran versi web, banyak sekali pengguna yang meminta agar dibuatkan versi aplikasinya.
“ Beberapa waktu lalu, Learn Quran Tafsir juga sempat viral di grup WhatsApp, sehingga penggunanya sempat menembus lebih dari 33.000 orang dalam sehari,” ujarnya melalui surel ke Dream pada Senin, 7 Mei 2018.
Sebagai organisasi nirlaba, Learn Quran membuka kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh pihak untuk turut berkontribusi dalam pengembangan “ Google-nya Quran”, julukan dari Learn Quran Tafsir.
Donasi dapat diberikan melalui Kitabisa atau langsung via transfer. Diharapkan kemajuan teknologi dan inovasi ini bisa membawa manfaat bagi seluruh umat muslim di dunia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya