JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Chintami Atmanegara. (Foto: Dream.co.id/ Ratih Wulan Pinandu)
Dream - Ajang Minangkabau Fashion Festival menjadi panggung pembuktian Cintami Atmanegara sebagai desainer pendatang baru. Artis yang tertarik mendesain busana-busana bergaya feminim dan glamor ini mencoba bermain pada sentuhan kain-kain etnik nusantara.
Pada kesempatan kali ini, ia menjatuhkan pilihan pada batik Hokokai. Sebuah motif batik Cirebon dengan khas warna-warna cerah yang motif sangat khas berupa kupu-kupu dan sakura.
" Saya pelajarin apa itu Hokokai, saya ke museum batik ketemu kuncennya lalu diceritakan sejarahnya. Batik bertemakan China dan Jepang, karena dulu kita dijajah mereka. Bunga sakura digambar oleh orang Jepang dan kupu-kupunya dilukis sama keturunan China," terang Cintami di Padang Sumatera Barat, Selasa, 24 Mei 2016.
Di awal karirnya, ia memutuskan untuk memakai batik tulis saat merancang 20 karya pertamanya. Kemudian ia kombinasikan dengan pemakaian kain brokat, velvet atau biasa dikenal dengan bludru, brokat jersey dan thompson.
Diakui perempuan yang kini telah berhijab itu, ide dan inspirasi akan datang setelah melihat batik-batik yang telah dibelinya. Saat berburu kain pun, ia selalu mengedepankan kenyamanan, serta menghindari bahan bermaterial wol.
" Bahan itu saya pilih agar wanita muslimah nyaman memakai busana saya," imbuhnya.
Dalam menciptakan kesan mewah, berbagai macam batu kerap ia tambahkan sebagai ornamen, seperti batu swarovski misalnya. Bahkan ia rela jauh-jauh ke China untuk berburu batu yang unik dan berbeda dari desainer lainnya.
Selanjutnya, Cintami mengaku masih penasaran untuk mendesain tenun Nusa Tenggara Timur. Warna-warna tenun yang dominan gelap dengan corak merah dan cokelat membuatnya tertantang untuk menjadikan desian yang cantik nan anggun.
" Kain NTT masih PR buat saya. Songket Padang juga cantik banget, Padang lebih rapih dari Palembang pas dibalik juga rapih benangnya," ungkap Cintami.
Busana-busana Cintami terbilang murah untuk rancangan yang banyak memakai bahan dan hiasan impor. Hanya dengan kisaran harga dari Rp.400 ribu hingga sejuta lebih, Anda sudah dapat mengenakannya di acara pesta atau acara formal lainnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
