Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Chintami Atmanegara. (Foto: Dream.co,id/ Ratih Wulan Pinandu)
Dream - Puluhan tahun malang melintang di dunia hiburan, tak memadamkan mimpi Chintami Atmanegara yang lama terpendam. Besar di lingkungan penjahit, berhasil memupuk kecintaannya pada dunia mode.
Hingga akhirnya tiga tahun lalu, Chintami memutuskan terjun menuangkan ide-idenya dalam goresan pola fesyen. Event Jakarta Fashion Week 2016 lalu, menjadi kesempatan pertamanya memperkenalkan diri sebagai desainer busana muslim.
" Ibu saya kebetulan penjahit, jadi dari kecil saya sudah akrab ke toko kain. Dari SMP saya juga sudah diajarkan jahit, menisik dan menyulam, jadi kalau ayah atau di rumah ada yang ulang tahun harus bisa ngasih kado dari buatan sendiri," ungkap Chintami saat dijumpai di Hotel Bumi Minang, Sumatera Barat pada Selasa, 24 Mei 2016.
Sejak kecil, sang ibu senantiasa mendidik ia dan kakaknya, Minati Atmanegara, dengan disiplin. Sang ibu yang seorang penjahit menerapkan ajaran yang keras jika menyangkut urusan perempuan.
Bahkan, saat mereka berencana menghadiri pesta ulang tahun teman, pasti sang ibu hanya akan memberi mereka uang untuk membeli kain sepanjang enam meter. Lamunan Chintami melayang saat dia akrab keluar masuk pasar Jatinegara untuk mendapatkan bahan baju yang disuka.
" Jadi temen ultah dua bulan lagi, kita sudah harus jahit. Mami saya sibuk buat orderan jadi nggak sempet kan, kita suruh jahit sendiri, dicicil bikin lengannya, nanti pola jadi. Ilmu cara mengolah kain udah saya dapat dari kecil," imbuh Cintami.
Berbeda dengan Chintami, sang kakak malah sempat mendapat pendidikan jahit lewat kursus-kursus. Terkadang ia sering meminta pendapat Minati untuk menilai kualitas jahitan, padu padan warna atau saat memilih jenis bahan-bahan yang akan ia pakai.
" Tanya kalau bahan begini dijahit seperti ini jatuhnya bisa bagus nggak. Tapi kalau desain beda selera," ungkapnya.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha