Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Source: Shutterstock.com
Dream - Mengenakan pakaian yang ketat dapat membahayakan kesehatan. Tidak hanya pakaian seperti blouse atau skinny jeans, kamu juga harus menghindari celana dalam ketat.
Berdasarkan penelitian pada 2014, celana ketat dapat menyebabkan infeksi jamur pada miss V. Memakai celana ketat akan membuat miss V terperangkap dan lebih lembap.
Jika tidak segera diganti, miss V akan menjadi sarang jamur dan bakteri yang bisa memicu infeksi saluran kemih (ISK). Apalagi, jika pemakaian celana dalam ketat membuatmu malas buang air kecil.
Hal ini bisa menyebabkan ISK berulang, sehingga menganggu kesehatan dan kenyamananmu. Dilansir Sehatq.com, memakai celana dalam ketat yang menutupi perut juga bisa menyebabkan refluks lambung.
Lalu, bagaimana cara memilih celana dalam yang ideal untuk kenyamanan dan kesahatan miss V? Berikut tips memilih celana dalam yang tepat.
Katun merupakan bahan yang sejuk dan mudah menyerap keringat, sehingga bisa menjaga kesehatan miss V. Lain halnya dengan bahan sintetis seperti nilon dan spandeks.
Kedua bahan tersebut tidak terlalu sejuk dan membuat miss V lebih mudah lembap. Jadi, kamu perlu mengganti celana dalam lebih sering jika memilih bahan seperti nilon dan spandeks.
Rutin mengganti pakaian dalam
Umumnya, wanita mengganti pakaian dalam saat mandi di pagi hari. Namun, sebenarnya kamu tidak perlu menunggu hingga pagi untuk bisa mengganti celana dalam.
Gantilah setiap kali merasa miss V cukup lembap dan kurang nyaman. Selain lebih nyaman, kamu pun bisa mencegah munculnya bakteri, kuman dan jamur yang menyebabkan infeksi.
Buanglah celana dalam yang telah berusia satu tahun untuk menjaga kebersihannya. Apalagi, jika kamu pernah mengalami infeksi bakteri atau jamur.
Celana dalam yang telah dipakai cukup lama bisa mengandung bakteri meskipun telah dicuci. Kamu bisa menyimpan celana dalam sedikit lebih lama jika tidak pernah mengalami infeksi.
Menyuci celana dalam menggunakan deterjen hipoalergenik
Pastikan sabun penyuci pakaian dalam bersifat hipoalergenik agar lebih aman untuk kulit. Terutama, jika kulitmu sensitif dan mudah mengalami ruam.
Jadi selain membuat celana dalam lebih bersih, sabun yang bersifat hipoalergenik juga akan menjaga kesehatan di sekitar miss V.
(Sumber: Sehatq.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya