Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Source: Shutterstock.com
Dream - Berhubungan seksual memiliki banyak manfaat untuk kesehatan mental maupun fisik. Apalagi, dilakukan di waktu dan dengan cara yang tepat.
Mungkin, kamu telah mencari tahu cara berhubungan seksual yang sehat dan sesuai dengan kebutuhanmu maupun pasangan.
Namun, tahukah kapan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seksual? Dilansir dari Sehatq.com, berikut waktu berhubungan seksual yang tepat.
Sore hari
Berhubungan seksual di sore hari akan terasa lebih menyenangkan, fokus dan seimbang secara hormonal.
Pasalnya, hormon estrogen wanita paling aktif sekitar pukul tiga. Sehingga, laki-laki yang memiliki performa maksimal di pagi hari akan lebih seimbang secara emosional dengan pasangannya jika berhubungan di sore hari.
Peran hormon kortisol juga membuat wanita lebih fokus berhubungan seksual sehingga dapat meningkatkan kepuasan.
Jika belum bisa melakukan hubungan seksual ketika hormon estrogen wanita paling aktif, lakukanlah saat hormon testosteron pada pria sedang meningkat di pagi hari.
Bahkan, penelitian juga membuktikan bahwa waktu terbaik untuk berhubungan seksual adalah pukul 7.30 atau 45 menit setelah bangun tidur.
Berhubungan seksual di pagi hari bisa meningkatkan suasana hati agar bisa lebih produktif.
Hal ini sangat penting jika ingin memiliki momongan. Kamu bisa menghitung masa subur secara manual atau berkonsultasi pada dokter kandungan.
Lakukanlah hubungan seksual setelah 2--3 hari mengalami masa subur agar lebih efektif.
Di masa ovulasi
Masa ovulasi ditandai dengan produksi lendir seperti keputihan yang terjadi secara natural dan tidak berbahaya bagi kesehatan.
Saat itulah kamu akan lebih berpotensi mengalami kehamilan jika melakukan hubungan seksual. Hubungan seksual pun akan terasa lebih memuaskan jika dilakukan saat masa ovulasi.
(Sumber: Sehatq.com)
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa