Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Buah Merah (Foto: Liputan6.com/Katharina Janur/Hari Suroto)
Dream – Buah merah merupakan tanaman khas dari Papua. Buah dengan nama latin Pandanus Conoideus disebut juga buah Kuan Hsu atau buah keajaiban karena memiliki segudang manfaat untuk kesehatan.
Buah merah juga dapat diolah menjadi berbagai masakan. Bahkan biji dan daging buah merah dapat dijadikan bumbu masakan. Minyak ekstrak buah merah dapat dijadikan pewarna alami dan penyedap makanan.
Selain itu, buah merah dipercaya masyarakat Papua dapat mengobati berbagai macam penyakit. Sehingga buah merah banyak dijadikan sebagai obat tradisional.
Menurut sejumlah penelitian, buah khas Papua ini memiliki kandungan senyawa aktif yang baik untuk kesehatan. Terlebih buah merah mengandung berbagai nutrisi penting untuk tubuh seperti protein, kalori, karbohidrat, hingga antioksidan.
Apa saja manfaat buah merah untuk kesehatan? Berikut ulasannya.

Buah merah memliki potensi sebagai antikanker untuk jenis kanker serviks, kanker payudara, dan kanker usus besar.
Ekstrak buah merah mengandung senyawa hexadecanoic acid dan 9-octadecanoic acid yang mematikan sel asing dan sel tua dan tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh.
Kandungan dalam buah merah mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.

Buah merah memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. antioksidan yang ada pada buah merah adalah beta-karoten, tokoferol, dan asam lemak tak jenuh. Kombinasi antioksidan ini membantu tubuh terhindar dari risiko penyakit aterosklerosis.
Aterosklerosis adalah penyempitan dan pengerasan pembuluh darah arteri akibat penumpukan plak pada dinding pembuluh darah. Kondisi ini merupakan penyebab umum penyakit jantung koroner.
Dalam sebuah penelitian, ekstrak buah merah ditemukan mampu meningkatkan kadar kolestrol baik dan menurunkan kadar kolestrol jahat, sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung.

Buah merah memiliki kandungan tokoferol yang berfungsi untuk mengurangi risiko terkena penyakit katarak.
Buah merah juga mengandung beta-cryptoxanthin yang memiliki manfaat untuk melindungi mata dari macular degeneration. macular degeneration adalah salah satu bagian mata yang menerima cahaya mengalami penyusutan.

Kandungan antioksidan pada buah merah juga mampu menurunkan kadar gula dalam darah. Penurunannya bahkan sebanding dengan obat diabetes pada umumnya.
Selain itu, tokoferol pada buah merah juga dapat membantu meningkatkan kerja pankreas, sehingga penggunaan hormon insulin untuk mengubah gula menjadi energi menjadi lebih efektif.

Buah merah juga memiliki sifat antiperadangan. Buah merah memiliki sifat antioksidan kuat yang dapat mengurangi peradangan.
Manfaat ini membuat buah merah berpotensi untuk dijadikan obat alternatif bagi penyakit radang usus yang dapat berkembang menjadi kanker usus.
(Sumber: Sehatq.com dan sumber lainnya)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya