AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Source: Shutterstock.com
Dream - Pakaian yang ketat dapat membuat siluet tubuhmu lebih jelas. Apalagi untuk wanita berbentuk tubuh jam pasir.
Meski dapat memperindah siluet tubuh, namun pakaian yang ketat bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Terutama, jika kamu mengenakannya untuk waktu lama. Dilansir dari Sehatq.com, berikut dampak buruk pemakaian celana ketat bagi kesehatan.
Pegal-pegal

Jika kamu mengenakan bra terlalu ketat, mungkin akan terasa pegal di sekitar area bahu maupun punggung. Apakagi jika tali bra membekas ketika dilepaskan.
Selain pegal, kamu juga bisa merasa nyeri dan mengalami perubahan postur menjadi agak membungkuk akibat pemakaian bra terlalu ketat.

Pemakaian celana atau pakaian yang menekan area perut dapat menyebabkan GERD. Terutama, jika kamu mengonsumsi banyak makanan saat mengenakannya.
Tekanan pakaian di area perut menyebabkan naiknya asam lambung ke kerongkongan. Pakailah pakaian yang nyaman dan tidak terlalu menekan area tubuh.

Gangguan saraf bisa terjadi di area paha atas serta bagian bawah perut ketika memakai korset maupun stoking. Kondisi ini ditandai dengan rasa nyeri maupun terbakar saat disentuh.

Tekanan pakaian di area paha maupun leher akibat pemakaian stoking, celana ketat atau dasi bisa menghambat aliran darah. Sehingga, kamu bisa mengalami mati rasa ketika memakainya.

Ini akan terjadi ketika kamu memakai celana dalam yang terlalu ketat, sehingga miss V tidak memiliki ruang untuk bernapas dan akhirnya menyebabkan timbulnya jamur. Apalagi, jika tidak menggantinya lebih dari 6 jam.

Hal ini diperkirakan pada pria yang kerap memakai celana dalam ketat. Pemakaian celana dalam ketat diklaim dapat menurunkan jumlah sperma karena proses pembentukannya terganggu.
(Sumber: Sehatq.com)
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli