Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gunakan Retinol Dengan Tepat/ Shutterstock
Dream – Produk dengan formula retinol sering kali dicari dan direkomendasikan bagi mereka yang memasuki usia 30an. Retinol dipercaya cukup efektif untuk memperlambat tanda penuaan pada wajah, seperti garis halus dan noda hitam.
Hal tersebut lantaran kandungan antioksidan di dalamnya dapat membuat kulit lebih awet muda. Meski demikian, masih banyak yang belum tau apa itu retinol sehingga seringkali disalahgunakan atau mengalami iritasi saat menggunakannya.
Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum Sahabat Dream menggunakan produk yang mengandung retinol.
1. Apa itu Retinol?
Pada dasarnya retinol adalah turunan vitamin A yang merupakan salah satu nutrisi utama tubuh untuk meningkatkan pergantian sel. " Produk ini baik untuk memperbarui kulit, mencerahkan warna kulit, mengurangi jerawat, dan meningkatkan produksi kolagen,” ujar Whitney Bowe dokter kulit di New York City, dikutip dari Vogue.
Retinol juga berfungsi seperti antioksidan untuk membantu mengatasi kerusakan radikal bebas yang mengarah pada tanda-tanda penuaan kulit. Francesca Fusco, seorang ahli dermatologi menganggap bahan ini merupakan ‘standar emas’ dalam perawatan kulit karena membersihkan sel kulit mati, pori-pori yang tersumbat sampai memperbaiki kulit kusam.
Mulai di umur 20-an atau awal 30. Telah lama banyak orang menganggap retinol baik digunakan sejak umur 30, namun saat ini perempuan mulai menggunakannya di pertengahan 20. Hal ini disebabkan oleh adanya tanda awal penuaan seperti bintik matahari, kerutan, atau hanya ingin memulai perawatan baru.

“ Pertengahan dua puluhan adalah waktu yang tepat untuk mulai menggunakan retinol,” kata Ellen Marmur, M.D.
Bowe memperingatkan keseimbangan saat menggunakan retinol sangat penting. Menurutnya, retinol bisa menyebabkan iritasi jika digunakan terlalu sering atau jika formulasinya terlalu kuat untuk kulit.
Ia menyarankan untuk mulai dari kandungan terendah 0,01% hingga 0,03% dan digunakan setiap dua kali per minggu. Tingkatkan penggunaan sehingga kulit diberi kesempatan untuk menyesuaikan diri.
Selain itu, jangan gunakan retinol bersamaan dengan produk eksfoliasi. “ Pengelupasan bersifat abrasif dan menjengkelkan. Kamu pasti tidak ingin menambah iritasi kulit dengan meningkatkan sensitivitas kulit,” kata Bowe.
Jika ingin mendapatkan perawatan tertentu seperti laser, microneedling atau mikrodermabrasi, hentikan terlebih dahulu penggunaan retinol.
Retinol bisa memberikan efek samping penggunaan berupa kulit kering dan kepekaan terhadap sinar matahari. Pengelupasan yang intensif, kemerahan, dan rasa terbakar bisa dirasakan oleh mereka yang berkulit sensitif atau memiliki eksim. Sehingga harus diwaspadai penggunaannya.

“ Jika kamu tidak bisa menggunakan retinol, jangan khawatir. Ada banyak produk anti-penuaan yang menakjubkan dan bekerja tanpa iritasi,” kata Marmur.
Ketika mengoleskan produk mujarab yang mengandung retinol, jangan abaikan leher. Area ini terkenal menunjukkan tanda-tanda penuaan, namun sering diabaikan.
“ Jika zona tersebut terlalu sensitif, gunakan semprotan pelembab yang dipercaya ceramide sebelum mengoleskannya,” ujar Bowe.
Ia menambahkan, pilih produk yang secara khusus dibuat untuk area tersebut karena biasanya mengandung vitamin A yang lebih rendah, nol pewangi, dan lebih nyaman untuk kulit.
Dengan mengetahui beberapa hal di atas, pastikan produk beretinol yang kamu gunakan sudah sesuai dengan kebutuhan dan jenis kulit. Jangan terlalu berlebihan dalam menggunakannya, karena justru bisa merusak kulit.
Bowe menjelaskan, retinol membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar UV dan matahari. Oleh sebab itu, gunakan retinol hanya di malam hari dan rajin gunakan SPF 30 atau lebih di siang hari.

“ Ini tidak boleh digunakan selama musim liburan ketika seseorang menghabiskan waktu yang lama di bawah sinar matahari secara langsung,” ujar Fusco memperingatkan.
Laporan: Elyzabeth Yulivia
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya