Foto: Instagram.com/petualanganmenangkappetir/
Dream - Menghadirkan cerita tentang petualangan anak-anak dan keluarga, rumah produksi Fourcolours Films yang sukses memproduksi film Siti yang memenangkan tiga Piala Citra FFI 2015, kembali mengeluarkan karya terbaiknya berjudul Petualangan Menangkap Petir (PMP).
Menggaet beberapa aktor ternama seperti Darius Sinathrya, Abimana Aryasatya, Slamet Raharjo dan Arie Kriting, film ini memilih Lereng Gunung Merai-Merbabu, Boyolali, Jawa Tengah sebagai lokasi pembuatan film.
Selama sebulan penuh syuting di Jawa Tengah, film ini mengangkat tema tentang pentingnya seorang anak generasi milenial untuk berteman, bermain bersama, bermimpi, dan berkarya di tengah kesibukan bermain media sosial.
Fim ini menceritakan sosok Sterling -diperankan Bima Azriel- seorang anak yang dibesarkan secara 'steril' oleh kedua orang tuanya dan tinggal di Hong Kong.

Sterling merupakan seorang content creator cilik, rajin menunggah karya-karyanya di YouTube pribadinya dan memiliki puluhan ribu subscriber. Suatu ketika , Sterling harus meninggalkan itu semua dan tinggal di Pengunungan Boyolali.
Sterling harus melakukannya karena ayahnya, Mahesa yang diperankan Darius Sinathrya pindah ke Jakarta. Sementara, Sterling tinggal di rumah kakeknya, Eyang Slamet Raharjo.

Sebagai seleb YouTube yang tak bisa lepas sedikitpun dengan koneksi internet, mampukah Sterling bertahan tinggal di kediaman sang kakek?
Kuntz Agus selaku sutradara film PMP ini mengatakan, " Ini adalah film yang didesain untuk seluruh keluarga. Film anak penuh keseruan dan petualangan, cerita tentang persahabatan serta mengejar mimpi."
" Di sisi lain, film ini adalah mesin waktu bagi para orang tua untuk mengunjungi masa kecilnya. Kadang kita lupa bagaimana rasanya menjadi ana-anak, kemudian tidak memberikan waktu untuk mereka bermain," tambahnya.
Abimana Aryasatya yang berperan sebagai Arifin sekaligus produser bersama Praw di film ini juga bercerita kalau ia mengarahkan pada para pemain yang rata-rata anak kecil untuk bermain, tidak berakting.

" Melalui film ini, saya mencoba memperkenalkan bahwa proses membuat film itu menyenangkan, sama menyenangkannya seperti membuat vlog. Karena film itu bukan mengenai membuat film tapi mengenai kebersamaan," ujar Abimana.
Praw menambahkan, " Kami ingi memberikan alternatif tontonan bagi seluruh keluarga, kapan laggi kita bersama-sama seluruh keluarga mengunjungi sinema dan belajar bermain bersama tentang mimpi dan persahabatan."
Siap ditayangkan pada Maret 2018 mendatang di layar lebar, siapkan waktu dan ajak si kecil untuk nonton bersama, ya!