Dream - Bagi dua orang yang sudah siap berkomitmen mengarungi bahtera rumah tangga, ada satu ikatan yang biasanya berbentuk sebuah cincin.
Dengan mengenakan cincin adalah cara yang manis untuk melambangkan hubungan yang telah terikat dengan komitmen.
Dilansir akun Indozone news, ada beberapa kepercayaan yang menjelaskan mengapa jari manis dipilih menjadi tempat untuk menaruh cincin pernikahan.
Kepercayaan Yunani Kuno
Saat zaman Yunani Kuno, banyak ornag yang percaya bahwa pembuluh darah yang terletak di jari manis tangan kiri menuju langsung ke hati. Karena inilah pembuluh darah di jari manis disebut sebagai'vena amoris' atau vein of love.meskipun akhirnya tidak bisa dibuktikan secara ilmiah, hal ini menjadi representasi yang romantis sebagai simbol terhubungnya kedua hati manusia.
Kepercayaan Islam
Pada budaya Arab dan Islam, pemakaian cincin juga mulai dikenal sejak Nabi Muhammad SAW memakai batu mata di bagian jari manis tangan sebelah kiri.
Kepercayaan China
Kepercayaan Masyarakat China adalah percaya pada simbol jari dengan orang terdekat. Jempol untuk orang tua, telunjuk melambangkan saudara, jari tengah melambangkan Anda sendiri, jari manis melambangkan pasangan, dan yang terakhir jari kelingking melambangkan anak-anak.
Advertisement
Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Mengapa Kaki Kecil Pernah Dianggap Cantik di China? Sejarah Tradisi Ikat Kaki yang Menyakitkan

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah