6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Berhenti Merokok (Pixabay)
Dream - Merokok jadi penyebab utama kematian dan kecacatan yang sebetulnya bisa dicegah. Satu miliar jiwa terancam karena rokok. Untuk berhenti dari kebiasaan ini memang tak mudah.
Banyak yang sudah berhenti selama beberapa tahun, kemudian kembali lagi merokok karena sugesti yang begitu besar. Menurut data dari Smoke-Free World, perokok yang ingin berhenti mencapai 78 persen.
Sebenarnya banyak cara untuk berhenti merokok. Salah satunya menggunakan alat atau layanan untuk berhenti merokok. Ada yang berupa patch, magnet, hingga mengikuti hipnoterapi dan konsultasi di klinik berhenti merokok.
Smoke-Free World melibatkan EY-Parthenon untuk melakukan kajian sektoral antara Mei dan Juli 2018. Dari kajian itu terungkap masih banyak orang yang ingin berhenti merokok dan mencoba alat dan layanan untuk berhenti merokok.
" Laporan ini mengungkap sejumlah perokok yang mencoba berhenti, bisa berhasil dengan memakai sejumlah produk dan layanan yang tersedia. Namun, masih banyak yang tidak menganggap sejumlah perangkat itu dapat membantu mereka atau efektif," ujar Farhad Riahi, MD, Chief Health, Science, and Technology Officer, Foundation for a Smoke-Free World dikutip dari rilis yang diterima Dream.co.id, 2 Oktober 2011.
Kajian tersebut juga mengungkap kalau keampuhan produk dan layanan berhenti merokok ternyata sangat rendah. Lalu hanya sedikit kajian klinis dari solusi teknologi untuk berhenti merokok.
" Memicu inovasi untuk perangkat berhenti merokok yang lebih efektif, serta membuatnya terjangkau dan mudah diakses," ujar Farhad. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
