Alat Bantu Stop Merokok Tidak Efektif?

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 2 November 2018 12:42
Alat Bantu Stop Merokok Tidak Efektif?
Banyak yang sudah berhenti selama beberapa tahun, kemudian kembali lagi merokok karena sugesti yang begitu besar.

Dream - Merokok jadi penyebab utama kematian dan kecacatan yang sebetulnya bisa dicegah. Satu miliar jiwa terancam karena rokok. Untuk berhenti dari kebiasaan ini memang tak mudah.

Banyak yang sudah berhenti selama beberapa tahun, kemudian kembali lagi merokok karena sugesti yang begitu besar. Menurut data dari Smoke-Free World, perokok yang ingin berhenti mencapai 78 persen.

Sebenarnya banyak cara untuk berhenti merokok. Salah satunya menggunakan alat atau layanan untuk berhenti merokok. Ada yang berupa patch, magnet, hingga mengikuti hipnoterapi dan konsultasi di klinik berhenti merokok.

Smoke-Free World melibatkan EY-Parthenon untuk melakukan kajian sektoral antara Mei dan Juli 2018. Dari kajian itu terungkap masih banyak orang yang ingin berhenti merokok dan mencoba alat dan layanan untuk berhenti merokok.

" Laporan ini mengungkap sejumlah perokok yang mencoba berhenti, bisa berhasil dengan memakai sejumlah produk dan layanan yang tersedia. Namun, masih banyak yang tidak menganggap sejumlah perangkat itu dapat membantu mereka atau efektif," ujar Farhad Riahi, MD, Chief Health, Science, and Technology Officer, Foundation for a Smoke-Free World dikutip dari rilis yang diterima Dream.co.id, 2 Oktober 2011.

Kajian tersebut juga mengungkap kalau keampuhan produk dan layanan berhenti merokok ternyata sangat rendah. Lalu hanya sedikit kajian klinis dari solusi teknologi untuk berhenti merokok.

" Memicu inovasi untuk perangkat berhenti merokok yang lebih efektif, serta membuatnya terjangkau dan mudah diakses," ujar Farhad. (ism)

Beri Komentar