Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Anak Ke Dokter Gigi (Foto: Tulsa Child Dentist)
Dream - Mengajak anak ke dokter gigi dibutuhkan usaha yang gigih. Bukan hanya anak-anak, bahkan orang dewasa pun banyak yang takut ke dokter gigi. Malah banyak yang lebih memilih mengonsumsi obat penghilang rasa sakit daripada menyembuhkan.
Kecenderungan takut ke dokter ini membuat tim dari Sheffield University School of Clinical Dentistry melakukan penelitian khusus. Dipimpin oleh drg Zoe Marshman, penelitian menemukan, 60 persen anak-anak mengalami ketakutan ketika akan diperiksa oleh dokter gigi.
" Anak-anak yang takut dokter gigi sering berakhir dengan kesehatan gigi yang buruk dan tetap takut dokter gigi untuk sisa hidup mereka," kata Zoe, seperti dikutip dari DailyMail.
Ketakutan muncul karena mereka membayangkan alat-alat yang digunakan dokter gigi akan memicu rasa sakit. Rasa takut itu sebenarnya bisa dicegah dengan pendampingan orangtua dan dokter secara menyeluruh.
Ada panduan teknik cognitive behavioural therapy (CBT) yang bisa diaplikasikan untuk mengurangi rasa takut. Teknik CBT itu antara lain menulis pesan ke dokter gigi sebelum pemeriksaan.
Pesan ini nantinya akan dibaca bersama-sama. Cara lain adalah meremas-remas bola kain saat diperiksa. Memberikan hadiah kecil juga bisa dilakukan setelah pemeriksaan dilakukan.
Hal terpenting yang orangtua sebaiknya lakukan adalah membawa anak ke dokter gigi untuk pertama kalinya, saat dalam kondisi gigi yang sehat untuk pemeriksaan rutin.
Kunjungan perdana ini sangat baik untuk memperkenalkan dokter gigi. Bisa dengan memeriksakan gigi anak secara rutin satu tahun sekali, ketika berusia 2 atau 3 tahun.
Pilihlah dokter gigi spesialis anak untuk berkonsultasi. Mereka sudah terlatih untuk menghadapi anak-anak ketika memeriksa gigi.
Dokter gigi anak juga sangat lihat merayu para bocah untuk membuka mulutnya. Biasanya mereka akan mengenalkan alat-alat yang digunakan sebelum memeriksa gigi si kecil. (Ism)
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari