Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Kekuatan Medan Magnet Bumi Berkurang, Petanda Apa? (Foto: Freepik.com)
Dream - Badan Antariksa Eropa (European Space Agency - ESA) telah mengerahkan konstelasi satelitnya untuk menyelidiki keanehan di medan magnet Bumi.
Sebuah gaya yang tidak dapat dijelaskan, disebut sebagai Anomali Atlantik Selatan, terjadi pada medan magnet Bumi.
Anomali ini menyebabkan kekuatan medan magnet Bumi menjadi berkurang yang memanjang dari Amerika Selatan hingga Afrika Barat Daya.

Untuk saat ini efek dari anomali ini terbatas pada kerusakan teknis pada pesawat ruang angkasa dan satelit orbital.
Namun, medan magnet Bumi berfungsi untuk melindungi kita dari badai matahari dan radiasi kosmik. Sehingga, bersama dengan atmosfer, medan magnet ini merupakan bagian penting dari sistem pertahanan planet Bumi.
ESA menggunakan konstelasi satelit Swarm untuk mempelajari fenomena Anomali Atlantik Selatan pada awal bulan ini.
Hasilnya, pembacaan terbaru dari divisi ESA yang disebut Data, Innovation and Science Cluster menunjukkan anomali kedua terbentuk di Afrika Barat.
Namun para peneliti di ESA masih belum memahami risiko yang akan terjadi terkait dengan perkembangan yang lebih baru ini.
Selama 200 tahun terakhir, medan magnet Bumi telah kehilangan sekitar sembilan persen kekuatannya. Antara 1970 dan 2020, tingkat kekuatan minimum turun dari sekitar 24.000 menjadi 22.000 nanotesla.
Medan magnet Bumi tercipta dari arus listrik yang dihasilkan oleh besi cair yang berputar-putar di inti luar planet ini. Jika terjadi fluktuasi maka itu adalah sesuatu yang normal.
Namun, Anomali Atlantik Selatan telah tumbuh dan bergerak ke arah barat dengan kecepatan kira-kira 20 kilometer per tahun. Para ilmuwan belum sepenuhnya tahu penyebabnya.
" Anomali Atlantik Selatan baru dari timur telah muncul selama dekade terakhir. Dan dalam beberapa tahun terakhir, terus berkembang dengan pesat,” kata ahli geofisika Jürgen Matzka, dari Research Centre for Geosciences, Jerman.
" Tantangannya sekarang adalah untuk memahami proses-proses inti Bumi yang mendorong perubahan-perubahan ini," tambah Matzka.
Kutub magnet Bumi biasanya berubah setiap beberapa ratus ribu tahun. Namun saat ini medan magnet Bumi sudah lama tidak melakukannya.
Aktivitas magnetik yang tidak dapat dijelaskan baru-baru ini di atas Atlantik mungkin merupakan pertanda akan terjadi perubahan.
Namun diperlukan lebih banyak penelitian sebelum kita dapat memahami apa yang sebenarnya terjadi dengan planet kita dan sistem pertahanannya.
Sumber: RT.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang