Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Source: Shutterstock.com
Dream - Pandemi Covid-19 banyak mengubah kebiasaan semua orang, terutama dalam bersosialisasi. Mau tidak mau, kita hanya bisa melakukan pertemuan secara virtual.
Meski sekilas terlihat sama, namun pertemuan secara langsung dan virtual tetap memberikan efek yang berbeda. Pertemuan virtual terasa kurang alami dan membuat kita semakin sadar akan situasi pandemi yang berujung pada gangguan kecemasan.
Stres maupun gangguan kecemasan sangat wajar dirasakan ketika tidak dapat melakuakn pertemuan secara langsung. Hal ini dikarenakan kebutuhan otak untuk selalu dekat dan terkoneksi dengan orang lain.
" Secara natural, manusia butuh untuk selalu terkoneksi dengan manusia lain. Itu juga bisa membantu kita menjaga kesehatan fisik karena lebih bahagia dan nggak gampang sakit," ungkap Saskhya Aulia Prima, Psikolog Anak, Remaja dan Keluarga dalam peluncuran Nivea Lip Crayon, Kamis lalu.
Penelitian yang dilakukan selama 80 tahun menyimpulkan bahwa seseorang dapat hidup lebih lama karena merasa hidupnya lebih bermakna dengan memiliki hubungan sosial lebih berarti.
Seseorang bisa merasa lebih tenang ketika memiliki hubungan sosial yang baik. Lantas, bagaimana cara menjaga kesehatan mental akibat keterbatasan bersosialisasi di tengah pandemi?
Hal pertama yang bisa dilakukan adalah menjalani pola hidup sehat dan berolahraga. Kamu juga harus bisa mulai memilah pikiran yang bisa dikontrol dan tidak agar lebih tenang.
Lalu, biasakan untuk berkegiatan dan berpenampilan seperti biasa. " Penelitian sempat mengatakan bahwa berinteraksi secara virtual membuat kita melihat penampilan fisik kita sendiri. Jadi, performa dan perasaan lebih susah dijaga. Jadi, coba tetap dandan supaya nyamn melihat diri sendiri saat virtual meeting," ujarnya.
Selanjutnya, jagalah rutinitasmu sehari-hari. Hal ini bisa meredakan dan mencegah kecemasan serta membuatmu merasa lebih aman.
Jangan lupa untuk selalu menanyakan kabar pada diri sendiri untuk menjaga kestabilan emosi dan tetap menjaga hubungan sosial dengan teman.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya