Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tim Psikosial Dampingi Anak Pasien Covid-19 Di Wisma Atlet/ Sumber: YouTube Letkol Ramlan
Dream - Pasien-pasien Covid-19 yang dirawat di RS Darurat merupakan pasien yang kondisinya cenderung stabil. Tak membutuhkan perawatan intensif khusus, seperti ICU tapi memang harus diisolasi.
Bukan hanya orang dewasa, di Wisma Atlet juga terdapat banyak pasien Covid-19 anak-anak yang sebenarnya masih sangat aktif dan bisa melakukan banyak kegiatan.
Berada di RS selama berhari-hari, tak boleh bertemu dengan keluarga dekat dan teman-temannya dan tertular Covid-19, tentunya membuat anak stres.
Demi mencegah anak menjadi sedih dan stres, rupanya di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet, terdapat tim psikososial khusus. Mereka mendampingi anak-anak agar tidak semakin stres saat dirawat.

Letnan Kolonel Ramlan, S.Kep, MMRS, Koordinator Keperawatan RSDC Wisma Atlet mengunggah aktivitas tim psikososial saat mendampingi anak-anak pasien Covid-19 di YouTube chanelnya.

Tampak Letkol Ramlan bersama timnya mengajak anak-anak berolahraga, menggelar permainan dan membuat kompetisi mewarnai. Mengenakan APD (alat pengaman diri) lengkap, tim psikososial tetap terlihat semangat dan penuh kegembiraan bersama anak-anak pasien Covid-19.
" Pagi ini, kami yang terdiri dari unit keperawatan dan unit kerja sosial yang ada di RSDC mengajak adik-adik untuk beradaptasi, berinteraksi sehingga menambah motivasi mereka. Dengan harapan, dapat menambah semangat mereka lekas sembuh," ungkap Letkol Ramlan.
Milly Wildawati, PhD, salah satu tim psikososial mengungkap pengalamannya terlibat dalam mendampingi anak-anak. Menurutnya, para pasien anak tampak gembira dengan aktivitas yang diberikan.

" Kegiatan ini ditujukan untuk anak-anak di Tower 5. Tim ini juga bekerja sama dengan tim keperawatn di wisma atlet dan juga tim psikologi, tak lupa juga dengan dokter anak. Anak-anak tampak gembira sekali dengan kegiatan ini. Semoga kegiatan ini terus berlanjut," ujar Milly.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Masker jadi barang yang wajib digunakan demi memutus rantai penularan Covid-19. World Health Organization (WHO) merekomendasikan penggunaan masker kain tiga lapis untuk pemakaian sehari-hari, baik bagi orang dewasa maupun anak-anak.
Untuk itu, penting menyediakan masker kain dalam jumlah banyak di rumah. Untuk ayah, ibu dan anak-anak. Lalu haruskah menyetok masker medis di rumah? Masker medis sebelumnya langka di pasaran dan harganya melambung tinggi.

Hal tersebut terjadi saat Maret dan April awal Covid-19 masuk ke Indonesia. Tenaga kesehatan sampai kesulitan untuk mendapat masker medis. Untungnya saat ini stok masker medis di pasaran kembali normal. Harganya juga lebih terjangkau.
Menurut WHO, masker medis lebih diperuntukkan bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit. Seperti asma, TBC, pasien kanker atau yang memiliki masalah imunitas. Masker medis tentunya juga direkomendasikan untuk tenaga medis yang bekerja di pusat layanan kesehatan.
Faktanya, masker medis tak bisa menangkal penularan virus Covid-19 seratus persen. Masih ada faktor lainnya yang juga berperan yaitu apakah disiplin cuci tangan pakai sabun/ menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak dan level imunitas tubuh.
Bila memang di rumah memiliki anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit berat atau masalah imunitas, menyetok masker medis di rumah direkomendasikan. Beli dalam jumlah secukupnya, jangan berlebihan.
Simpan di tempat yang bersih dan steril. Akan lebih baik jika dikemas dalam wadah tertutup. Pemakaian masker medis juga dianjurkan oleh orang yang sehat dalam kondisi tertentu.

" Masker bedah disarankan jika datang ke tempat yang ramai," kata dr. Dewi Nur Aisyah, anggota Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 dalam acara bincang-bincang " Ragam Cluster di Indonesia" beberapa waktu lalu.
Bila terpaksa harus keluar rumah dan mendatangi area yang ramai, seperti rumah sakit, berbelanja kebutuhan pokok, masker medis bisa digunakan untuk perlindungan optimal. Meski demikian, jangan lupa untuk jaga jarak dan cuci tangan pakai sabun serta ganti baju sesampainya di rumah, demi mengurangi risiko penularan secara signifikan.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya