Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Biar Tak Stres, Pasien Covid-19 Anak di RS Darurat Didampingi Tim Psikososial

Reporter : Mutia Nugraheni
Sabtu, 3 Oktober 2020 13:30
Biar Tak Stres, Pasien Covid-19 Anak di RS Darurat Didampingi Tim Psikososial
Berada di RS selama berhari-hari, tak boleh bertemu dengan keluarga dekat dan teman-temannya dan tertular Covid-19, tentunya membuat anak stres.

Dream - Pasien-pasien Covid-19 yang dirawat di RS Darurat merupakan pasien yang kondisinya cenderung stabil. Tak membutuhkan perawatan intensif khusus, seperti ICU tapi memang harus diisolasi.

Bukan hanya orang dewasa, di Wisma Atlet juga terdapat banyak pasien Covid-19 anak-anak yang sebenarnya masih sangat aktif dan bisa melakukan banyak kegiatan.

Berada di RS selama berhari-hari, tak boleh bertemu dengan keluarga dekat dan teman-temannya dan tertular Covid-19, tentunya membuat anak stres.

Demi mencegah anak menjadi sedih dan stres, rupanya di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet, terdapat tim psikososial khusus. Mereka mendampingi anak-anak agar tidak semakin stres saat dirawat.

Terapi Psikososial di Wisma Atlet

Letnan Kolonel Ramlan, S.Kep, MMRS, Koordinator Keperawatan RSDC Wisma Atlet mengunggah aktivitas tim psikososial saat mendampingi anak-anak pasien Covid-19 di YouTube chanelnya.

Tim psikososial Wisma Atlet

Tampak Letkol Ramlan bersama timnya mengajak anak-anak berolahraga, menggelar permainan dan membuat kompetisi mewarnai. Mengenakan APD (alat pengaman diri) lengkap, tim psikososial tetap terlihat semangat dan penuh kegembiraan bersama anak-anak pasien Covid-19.

" Pagi ini, kami yang terdiri dari unit keperawatan dan unit kerja sosial yang ada di RSDC mengajak adik-adik untuk beradaptasi, berinteraksi sehingga menambah motivasi mereka. Dengan harapan, dapat menambah semangat mereka lekas sembuh," ungkap Letkol Ramlan.

 

1 dari 4 halaman

Milly Wildawati, PhD, salah satu tim psikososial mengungkap pengalamannya terlibat dalam mendampingi anak-anak. Menurutnya, para pasien anak tampak gembira dengan aktivitas yang diberikan.

Tim psikososial Wisma Atlet

" Kegiatan ini ditujukan untuk anak-anak di Tower 5. Tim ini juga bekerja sama dengan tim keperawatn di wisma atlet dan juga tim psikologi, tak lupa juga dengan dokter anak. Anak-anak tampak gembira sekali dengan kegiatan ini. Semoga kegiatan ini terus berlanjut," ujar Milly.

 

2 dari 4 halaman

Lihat Aktivitas Tim Psikososial Saat Dampingi Pasien Covid-19 Anak

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 4 halaman

Demi Perlindungan Maksimal, Haruskah Stok Masker Medis di Rumah?

Dream - Masker jadi barang yang wajib digunakan demi memutus rantai penularan Covid-19. World Health Organization (WHO) merekomendasikan penggunaan masker kain tiga lapis untuk pemakaian sehari-hari, baik bagi orang dewasa maupun anak-anak.

Untuk itu, penting menyediakan masker kain dalam jumlah banyak di rumah. Untuk ayah, ibu dan anak-anak. Lalu haruskah menyetok masker medis di rumah? Masker medis sebelumnya langka di pasaran dan harganya melambung tinggi.

Demi Perlindungan Maksimal, Haruskah Stok Masker Medis di Rumah?

Hal tersebut terjadi saat Maret dan April awal Covid-19 masuk ke Indonesia. Tenaga kesehatan sampai kesulitan untuk mendapat masker medis. Untungnya saat ini stok masker medis di pasaran kembali normal. Harganya juga lebih terjangkau.

Menurut WHO, masker medis lebih diperuntukkan bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit. Seperti asma, TBC, pasien kanker atau yang memiliki masalah imunitas. Masker medis tentunya juga direkomendasikan untuk tenaga medis yang bekerja di pusat layanan kesehatan.

Faktanya, masker medis tak bisa menangkal penularan virus Covid-19 seratus persen. Masih ada faktor lainnya yang juga berperan yaitu apakah disiplin cuci tangan pakai sabun/ menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak dan level imunitas tubuh.

 

4 dari 4 halaman

Stok seperlunya

Bila memang di rumah memiliki anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit berat atau masalah imunitas, menyetok masker medis di rumah direkomendasikan. Beli dalam jumlah secukupnya, jangan berlebihan.

Simpan di tempat yang bersih dan steril. Akan lebih baik jika dikemas dalam wadah tertutup. Pemakaian masker medis juga dianjurkan oleh orang yang sehat dalam kondisi tertentu.

Masker medis

" Masker bedah disarankan jika datang ke tempat yang ramai," kata dr. Dewi Nur Aisyah, anggota Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 dalam acara bincang-bincang " Ragam Cluster di Indonesia" beberapa waktu lalu.

Bila terpaksa harus keluar rumah dan mendatangi area yang ramai, seperti rumah sakit, berbelanja kebutuhan pokok, masker medis bisa digunakan untuk perlindungan optimal. Meski demikian, jangan lupa untuk jaga jarak dan cuci tangan pakai sabun serta ganti baju sesampainya di rumah, demi mengurangi risiko penularan secara signifikan.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

Beri Komentar