Efek Lain Akibat Virus Covid-19: Dapat Merusak Organ Tubuh

Reporter : Ulyaeni Maulida
Sabtu, 3 Oktober 2020 11:00
Efek Lain Akibat Virus Covid-19: Dapat Merusak Organ Tubuh
Apa saja?

Dream – Covid-19 masih menjadi ancaman dunia yang tengah dicari solusinya. Berbagai upaya pun dilakukan, agar dapat mencegah penularannya.

Orang-orang yang terinfeksi memiliki gejala bervariasi. Tergantung kondisi tubuh dan kesehatannya.

Namun, umumnya terdapat dua jenis kategori pasien covid-19, yaitu:

  • Anak muda, sehat, mengalami gejala ringan, dan dapat pulih bila melakukan karantina mandiri di rumah.
  • Orang tua dengan penyakit bawaan, mengalami gejala parah, dan harus mendapat perawatan intensif.

Meskipun tiap orang memiliki gejala dan risiko yang berbeda, rupanya terdapat efek berkepanjangan yang disebabkan oleh Covid-19.

Seperti, rasa lelah yang terus-menerus, sesak napas, dan nyeri otot. Bahkan efek tersebut masih tetap ada setelah pasien dinyatakan sembuh.

1 dari 3 halaman

Efeknya dapat bertahan berbulan-bulan

Pada Juli, peneliti di Italia menemukan hampir 90 persen pasien dengan infeksi akut masih mengalami gejala pada dua bulan kemudian.

Orang yang tidak menunjukkan gejala atau memiliki gejala ringan juga dapat menghadapi efek yang berkepanjangan.

Ilustrasi

Terkadang, gejala ini membutuhkan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk muncul.

Covid-19 pada dasarnya dianggap sebagai virus pernapasan. Tetapi efek yang ditimbulkan tidak selalu terbatas pada organ paru-paru.

Virus tersebut berikatan dengan reseptor ACE2 tubuh yang banyak ditemukan pada jantung, pembuluh darah, ginjal, hati, dan saluran pencernaan.

Para peneliti menduga tingkat peradangan yang terjadi dipicu oleh sistem kekebalan tubu dari masing-masing penderita.

2 dari 3 halaman

Efek covid-19 pada organ tubuh

Ilustrasi

Paru-paru

Paru-paru bisa rusak saat virus memasuki sel-sel saluran udara. Ini dapat menyebabkan jaringan parut dan kaku yang membuat paru-paru sulit melakukan tugasnya untuk mengoksidasi darah. Sehingga membuat orang terengah-engah.

Jantung

Virus dapat menyebabkan radang otot jantung atau gagal jantung bila organ tidak memompa darah sebagaimana mestinya. Gagal jantung juga bisa terjadi karena kekurangan oksigen.

Otak

Virus yang masuk ke otak dapat menyebabkan infeksi yang parah. Gejala neurologis juga bisa disebabkan oleh peradangan di otak atau stroke yang disebabkan oleh pembekuan darah.

3 dari 3 halaman

Penelitian masih terus dilakukan

Ilustrasi

Saat ini banyak penelitian yang tengah dilakukan untuk mengidentifikasi efek jangka panjang dari virus covid-19.

Selain itu, dengan adanya penelitian tersebut, diharapkan tindakan pencegahan yang dilakukan juga tepat.

Namun yang terpenting adalah bagaimana agar tidak tertular virus ini. Dengan menerapkan berbagai protokol kesehatan yang telah diberlakukan.

(Sumber: abc.net.au)

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar