Kunci Pasien Covid-19 Cepat Sembuh

Reporter : Sugiono
Sabtu, 3 Oktober 2020 19:30
Kunci Pasien Covid-19 Cepat Sembuh
Dokter Reisa membagikan pengalaman dua tenaga medis selama menangani pasien Covid-19.

Dream - Pandemi Covid-19 yang disebabkan virus corona jenis SARS-CoV-2 menjadi tantangan yang berat bagi tenaga medis.

Masalahnya, penyakit Covid-19 ini telah merenggut belasan ribu jiwa hanya dalam waktu 6 bulan sejak pandemi merebak akhir tahun lalu.

Mengingat betapa dahsyatnya wabah ini, para tenaga medis yang tengah berjuang memerangi pandemi Covid-19 di garis terdepan menitip pesan.

Mereka meminta agar para penderita Covid-19 tetap semangat dan menanamkan pikiran positif selama menjalani perawatan.

Hal itu diungkapkan dalam perbincangan yang dipandu Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat 2 Oktober 2020.

Dalam perbincangan tersebut, Reisa mengajak masyarakat untuk mendengar langsung pengalaman dua tenaga medis dalam menangani pasien Covid-19.

1 dari 5 halaman

Pengalaman dr. Debryna di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlit Kemayoran

Salah satunya tenaga medis itu adalah dr Debryna. Dia menjadi relawan tim dokter pertama di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlit Kemayoran. Debryna mengaku melihat secara langsung bahwa pasien dengan pikiran positif lebih cepat sembuh.

" Imunitas yang baik itu akan tercipta dari suasana hati. Baru kali ini benar-benar melihat, kalau pasien yang pikirannya bisa positif, pasien yang bisa dibawa enjoy, itu beneran cepat banget sembuhnya. Bahkan gejalanya saja bisa hilang dengan cepat," cerita Debryna.

Mengenai keputusannya menjadi relawan, Debryna mengaku awalnya orangtua tidak setuju. Namun dia terus memberikan pemahaman bahwa yang dilakukannya itu untuk kemanusiaan dan memastikan keselamatan generasi penerus bangsa.

2 dari 5 halaman

Meskipun pemerintah telah memberikan instentif atau tunjangan bagi para relawan, Debryna mengaku tidak mengharapkan mengharapkan balasan.

" Basis kami kerelawanan, itu tujuan utama kami. Dengan adanya insentif dan lain-lain, itu plus dan terimakasih sekali," ujarnya.

Sebagai manusia biasa, Debryna juga merasa sedih ketika ada teman dekatnya terkena Covid-19. Padahal temannya itu menjaga pola hidup dan pola makan yang sehat.

" Tapi namanya manusia, keluputan pasti ada, sehingga terinfeksi dan masuk ICU dan waktu itu keadaannya buruk," kenangnya.

Karenanya, Debryna berpesan kepada mereka yang masih meragukan pandemi Covid-19, agar menerapkan protokol kesehatan yang ketat dalam kesehariannya.

" Pesan kami pakai masker dan jaga jarak. Jadi nggak peduli kalian sangat percaya atau sangat tidak percaya, intinya kalian lakukan 2 hal itu saja," pesannya.

3 dari 5 halaman

Cerita Rustina Susanti, Kepala Perawat ICU RS dr Kanujoso Balikpapan

Berikutnya giliran Kepala Perawat ICU RS dr Kanujoso Balikpapan Rustina Susanti berbagi pengalamannya. Katanya, dia harus mengenakan baju alat pelindung diri (APD) selama 8 jam sehari saat bertugas di ruang ICU.

Meski demikian, dia tak lupa mengingatkan agar pasiennya berpikiran positif dan banyak tertawa agar suasana hati menjadi bahagia. Tetapi kepada keluarganya, dia harus memberikan pemahaman pada anak-anaknya tentang tanggung jawab mulia yang diembannya.

" Mungkin ini imunisasi alami buat kita semua. Yang penting kita semua jaga diri, pakai masker, minum vitamin dan makan teratur, istirahat, semoga kita dijaga oleh Allah SWT," katanya.

4 dari 5 halaman

Sama dengan Debryna, Rustina juga bekerja secara ikhlas dan tidak mengharapkan imbalan. Namun ia mengaku mendapatkan insentif atau tunjangan dari pemerintah terhitung sejak Maret lalu. " Alhamdulillah menjadi imun, dan imun buat teman-teman penyemangat," katanya.

Rustina mengakui bahwa perjuangannya memerangi Covid-19 tidaklah mudah. Ada pukulan berat yang sempat dirasakannya. Seorang teman sejawat sesama tenaga medis harus meninggal di ruang ICU tempatnya bertugas.

" Ini benar-benar kaya telibat drama, bikin lemas, di saat itu secara otomatis kami yang ada di ruang ICU lemas semuanya," kenang Rustina.

5 dari 5 halaman

Rustina berpesan agar masyarakat tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Terutama 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

" Takut boleh, tapi waspada wajib. Kalau takutnya berlebihan, imun kita jadi turun, akhirnya kita menurunkan daya tahan tubuh. Satu pesan saya, kalau ada yang masih tidak percaya, saya antar kita tur ke ruangan saya, saya perlihatkan orang yang sedang berjuang antara hidup dan mati," pesan Rustina.

Setelah mendengar pengalaman para tenaga medis itu, dr Reisa berharap masyarakat yang pesimis akan sadar bahwa bahaya Covid-19 itu nyata, bukan hoax atau rekayasa.

" Setelah kita menyimak perbincangan yang menyentuh hati tadi, kita harus menyadari bahwa garda terdepan untuk menghadapi Covid-19 justru adalah kita semua, masyarakat Indonesia yang benar-benar harus disiplin, melaksanakan 3M. Hanya dengan 3M kita mampu memutus mata rantai penyebaran," Reisa kembali mengingatkan.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar