Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Source: Shutterstock.com
Dream - Pernikahan dini diklaim bisa menurunkan rasio kematian ibu dan angka kematian bayi. Namun benarkah demikian? Sebenarnya, banyak sekali permasalahan pernikahan yang berkaitan erat dengan kesehatan perempuan.
" Rendahnya kesadaran akan pengetahuan kesehatan, pertumbuhan serta perkembangan fisik, perempuan melahirkan usia dini, semuanya dapat meningkatkan risiko kesehatan ibu hamil, kecacatan maupun kematian," ungkap Ishita Mukerji, Psikolog di Kaleidoscope Mental Wellness Center, dilansir Times of India.
Masalah psikologis yang kerap dialami akibat pernikahan di usia dini adalah sebagai berikut:

Usia kedelapan belas dipercaya tepat bagi wanita untuk berkeluarga karena sudah lebih siap secara fisik maupun mental. Namun, sebenarnya pemilihan waktu untuk berkeluarga tidak bisa ditentukan begitu saja.
" Setidaknya, selesaikan pendidikanmu, bekerja selama satu atau dua tahun, eksplor dunia dan diri sendiri. Karena saat masih menjadi pelajar, kamu belum terlalu dewasa dan belum memasuki dunia nyata," ujar Rachna Khanna Singh, Mental Wellness, Lifestyle & Relationship Expert.
Wanita yang menikah terlalu muda belum berpengalaman untuk menghadapi masa sulit sat ingin mempertahankan sesuatu.
Bukan hanya tingkat kedewasaan, organ reproduksi wanita yang masih menjalani pendidikan juga belum siap. Paling tidak, tunggu sampai usia 20-an untuk berkeluarga dan memiliki anak.
(Sumber: Times of India)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya