Bahaya Mengerikan Mewarnai Rambut dengan Henna

Reporter : Eko Huda S
Selasa, 22 Maret 2016 08:02
Bahaya Mengerikan Mewarnai Rambut dengan Henna
Setelah 30 menit mencoba, tidak apa-apa. Namun setelah dua jam, kepalanya terasa.....

Dream - Bagi Anda yang ingin mewarnai rambut dengan henna, hendaklah berhati-hati. Terutama bagi yang memiliki alergi dengan bahan pewarna ini. Jika tidak, akibatnya bisa mengerikan.

Belajarlah dari pengalaman Chemese Armstrong. Perempuan 35 tahun asal Texas, Amerika Serikat, ini punya pengalaman buruk saat mewarnai rambutnya dengan henna.

Pengalaman buruk itu didapat setelah mewarnai rambut dengan henna pada 2014 silam. Wanita ini mengalami alergi terhadap bahan yang disebut Paraphenylenediamine atau yang dikenal dengan singkatan PPD.

Armstrong berani mencoba henna setelah dokter kulit memberinya saran bahwa pewarna itu bisa menjadi alternatif di antara semir kimia. Sehingga, dia mewarnai rambut pada sebuah salon yang terletak di Austin. Apalagi, pekerja salon menyatakan pewarna itu tak berbahaya.

Di salon itu, Armstrong menjalani tes selama 30 menit. Hasilnya baik-baik saja, tak ada gejala alergi. Dan setelah itu, rambutnya pun diwarnai dengan henna. Armstrong pulang, dan baru mencuci rambut dua jam kemudian.

Armstrong kemudian mencuci rambut sebelum pergi ke tempat senam. Namun, dia merasakan PPD yang bercampur dengan henna mulai bereaksi pada kulit kepalanya. Reaksi itu sangat ekstrem.

Sementara, saat berada di tempat senam, dia mulai menggaruk kepala. Saat dia pulang, kulit kepalanya merasa terbakar. Dan yang lebih mengejutkan, keesokan harinya, muka Armstrong membengkak. Mukanya terasa sakit.

Karena tak tahan, Armstrong pergi ke dokter. Dan dokter sangat terkejut. Kemudian memberikan obat epinephrine untuk menahan rasa sakit. Tapi dokter itu mengatakan rasa sakit baru akan reda beberapa hari kemudian.

Dan wajah Armstrong semakin bengkak. Kelopak matanya menebal, sehingga dia benar-benar kesulitan membuka mata. Dunia tiba-tiba menjadi gelap bagi dia.

“ Bagian yang paling menakutkan adalah mataku tertutup sepenuhnya bengkak di mana aku tak bisa melihat selama dua hari,” ujar Armstrong, dikutip Dream dari Metro.co.uk, Senin 21 Maret 2016.

Setelah menjalani perawatan, dokter memberikan obat-obatan, Armstrong akhirnya bisa membuka mata. Setelah itu, dokter membolehkan dia pulang dengan membawa EpiPen, untuk berjaga-jaga bila kondisinya kembali memburuk.

Armstrong harus cuti kerja selama seminggu untuk pemulihan. Meski demikian, selama beberapa minggu kemudian kulit kepalanya masih gatal, dan kulit di beberapa bagian wajahnya masih mengeluas, sebelum akhirnya benar-benar sembuh. 

1 dari 4 halaman

Penyakit `Super-Langka`, Alergi Dicium Suami

Dream - Sebuah penyakit sangat langka diderita oleh perempuan asal Inggris, Kerrie Armitage. Perempuan berusia 28 tahun ini menderita penyakit aquagenic urticaria, sebuah alergi terhadap air.

Dikutip Dream dari laman Mirror.co.uk, Jumat 24 April 2015, penyakit itu mendadak muncul pada 2013, setelah sebuah ruam yang berada di tangannya pecah. Sejak itulah Armitage sangat alergi terhadap air.

Setiap kulitnya terkena air, maka dia akan memerah dan sangat gatal. Kulitnya menjadi memerah. Karena alergi ini dia harus berhenti dari pekerjaan sebagai tenaga kebersihan, karena tidak bisa terus bersentuhan dengan air yang bisa memicu reaksinya.

Armitage pun tak berani memandikan anak-anaknya. Saat mandi pun dia tak bisa lama-lama. Dia tak pernah berada di dalam kamar mandi lebih dari sepuluh menit.

Yang lebih parah, Armitage juga alergi terhadap ciuman sang suami, Peter. Jika alergi itu bereaksi, maka ciuman Peter bisa menyebabkan pipinya gatal luar biasa. " Sebab bibirnya basah, air liur bisa menyebabkan reaksi pada saya," tutur Armitage.

 © Mirror

Karena keanehan alergi ini, media Inggris Mirror menulis kisah Armitage dengan judul 'Perempuan alergi terhadap suaminya sendiri karena kondisi ultra-langka'. " Dia [Peter] harus memastikan bibirnya kering sebelum mencium saya," ujar Armitage.

Meski demikian, tak setiap saat Amitage alergi terhadap ciuman sang suami. Alergi itu datang pada kondisi tertentu saja. " Ini sangat tergantung pada keadaan," kata dia.

" Misalnya, jika dia mencium pada hari yang panas ketika saya rentan alergi, alergi akan bereaksi, tapi mungkin tidak jika saya berada di lingkungan yang dingin," tambah Armigate.

Alergi ini sangat mengganggu kehidupan Armigate. Sebab alergi itu selalu muncul jika badannya berkeringat. Bahkan, air mata pun bisa memicu gatal-gatal di kulitnya.

Menurut Amena Warner, konsultan kesehatan di Allergy UK, mengatakan Urtikaria juga dikenal sebagai ruam gatal-gatal. Namun bentuk Urtikaria yang sangat langka adalah yang dipicu oleh air atau yang dikenal dengan Aquagenic Urticaria.

" Pengobatan dapat membantu meredakan gejala dan seseorang harus menerima informasi dari spesialis alergi atau imunologi," ujar Warner. (Ism) 

2 dari 4 halaman

Penyakit Aneh, Alergi Barang Elektronik

Dream - Pria asal Wales, Peter Lloyd, mengalami penyakit aneh. Pria berusia 42 tahun yang tingal di Cardiff itu alergi terhadap barang-barang elektronik.

Dikutip Dream dari laman Wales Online, Jumat 17 Oktober 2014, penyakit langka yang diderita Lloyd itu disebut electromagnetic hypersensitivity. Kelainan ini membuat Lloyd lumpuh.

Karena kelainan itu, Lloyd tak bisa menonton televisi, mendengarkan musik dari CD,  dan bahkan tak bisa menggunakan telepon serta mengakses internet. Para tamu yang mengunjunginya pun harus meninggalkan telepon di depan rumah.

Lloyd juga tak bisa dibawa berjalan-jalan ke luar rumah. Sebab, dia akan merasa kesakitan jika melewati zona Wifi. Dia juga merasa kesakitan jika harus dekat dengan mobil atau berpapasan dengan orang yang membawa telepon seluler.

Lloyd juga tak kuat jika difoto dengan kamera elektronik. Apalagi dengan jarak yang dekat. Sehingga, untuk mengambil gambarnya, harus menggunakan kamera sekali pakai, yang tidak menimbulkan rasa sakit pada Lloyd.

 © wales online

Lloyd. Sumber: Wales Online

Kini dia hanya bisa mendekam di bagian dapur rumah, yang terletak di pinggiran Kota Cardiff. Ketika pindah dari rumah yang terletak di St Fagans ke rumah di Cardiff ini pada 2009, dia harus didorong sampai malam-malam untuk mengurangi kontak dengan sumber listrik.

Kini, pondok yang ditinggali itu bebas perangkat elektronik. Dindingnya terbuat dari kayu. Tak ada perabot listrik. Penerangan hanya menggunakan lilin. Di pondok itu pula dia menghabiskan harinya dengan membaca 100 buku dalam setahun.

“ Saya pertama kali mulai mengalami ini ketika saya masih berusia pertengahan dua puluhan. Saya berkunang-kunang setelah melihat layar komputer, dan tidak mampu untuk berpikir jernih. Saya mengalami kesulitan dalam berbicara,” kata Lloyd.

Kondisi yang supersensitif terhadap medan listrik maupun magnet ini diketahui sejak 1994. Pada 2005, Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO) menyimpulkan bahwa kondisi ini tak jelas penyebabnya. Belum ada dasar ilmiah untuk menghubungkan penyebab dan gejalanya. Sampai saat ini belum ada obat penyakit ini.

(Ism)

3 dari 4 halaman

Idap Penyakit Aneh, di Tubuh Wanita Ini Tumbuh Kuku

Dream - Kondisi aneh menyebabkan tubuh seorang wanita di Amerika tidak ditumbuhi bulu tapi kuku.

Sejak 2009, Shanyna Isom menderita penyakit kulit yang aneh. Tubuhnya tidak ditumbuhi bulu tapi kuku. Misteri penyakit wanita asal Maryland ini juga mengherankan para dokter. Hingga lima tahun, mereka masih bingung bagaimana menyembuhkan penyakit Shanyna.

Menurut dokter yang menangani Shanyna di Johns Hopkins Medical Center, Baltimore, Shanyna adalah satu-satunya pasien di dunia yang menderita penyakit aneh tersebut.

Menurut Shanyna, awalnya dia mengalami serangan asma yang hebat. Dia kemudian dibawa ke ruang gawat darurat dan diberi steroid dengan dosis tinggi.

Segera setelah itu, ia merasakan reaksi alergi terhadap steroid dan kulitnya mulai gatal tak terkendali. Meskipun diberi Benadryl dan obat alergi lainnya, kondisinya terus memburuk.

" Rasanya sangat gatal dan kita tidak tahu apa itu. Kemudian muncul semacam luka kering warna hitam," Kathy Gary, ibu Shanyna menjelaskan.

" Tak lama kemudian, tumbuh kuku yang panjang dan setiap diambil akan tumbuh lagi. Kakinya juga menghitam."

Menurut Kathy, sejak itu kondisi putrinya semakin tak terkendali. Luka warna hitam semakin banyak bermunculan di seluruh tubuhnya.

Penyakit tersebut mulai mempengaruhi tulang dan penglihatannya. Shanyna tidak bisa jalan jika tanpa kruk dan dia kehilangan banyak berat badan dalam seminggu.

Serangkaian tes pun dilakukan tapi tidak ada hasilnya. Dokter tidak tahu penyakit apa itu dan akhirnya menyerah. " Dia bilang putriku akan seperti itu selamanya," kata Kathy. " Tapi aku tidak bisa menerima itu."

(Sumber: Odditycentral.com)

 

4 dari 4 halaman

Penyakit Aneh, 19 Anggota Keluarga Ini Berjalan Merangkak

Dream - Sebuah kelainan aneh diderita satu keluarga di Turki. Cacat langka ini telah menghambat gerakan normal mereka. Sehingga tak bisa menjaga keseimbangan untuk berdiri tegak, sehingga untuk berjalan mereka harus merangkak menggunakan tangan dan kaki.

Laman Emirates 24l7, Kamis 24 Juli 2014, memberitakan jumlah anggota keluarga di Turki yang menderita kelainan aneh ini ada 19 orang. Mereka dianggap sebagai contoh penderita penyakit langka " evolusi mundur" .

Namun, studi bio-mekanik terhadap kebiasaan jalan mereka, para ilmuan tidak menemukan kelainan ini karena gangguan fisik yang disebabkan karena lemahnya keseimbangan. Kelainan ini tidak ada sangkut-pautnya dengan bentuk manusia primitif.

Lima saudara kandung dari keluarga ini telah berjalan merangkak sejak kecil. Mereka kebanyakan mengurus diri mereka sendiri, sebab memang sangat susah untuk menjalani hidup dengan kondisi seperti itu.

Para perempuan dari keluarga ini sebagian besar sibuk merajut sesuatu di dekat rumah mereka. Namun, dengan merangkak, satu di antara 19 bersaudara ini sudah berkeliling hingga ke kampung tetangga untuk berinteraksi dengan masyarakat lainnya. (Ism)

Beri Komentar
Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair